Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Beladiri

Ombudsman Selidiki Dugaan Penganiayaan di Dalam Lapas Tanjung Gusta

Ombudsman Selidiki Dugaan Penganiayaan di Dalam Lapas Tanjung Gusta
Ilustrasi Napi di Lapas. (foto: shutterstock)
Jum'at, 24 September 2021 20:48 WIB
MEDAN - Kepala Ombudsman Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar di kantornya, Jumat (24/9/2021) mengungkapkan, pihaknya telah meminta klarifikasi Kalapas Kelas IA Tanjung Gusta, Kota Medan, Erwedi Supriyatno, terkait dugaan penganiayaan narapidana oleh pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang viral di media sosial.

"Sudah diakui, bahwa penganiayaan itu memang terjadi dan dilakukan pemeriksaan. Ombudsman akan terus memonitor," ujar Abyadi usai memeriksa Erwedi, di kantor Ombudsman, Jumat, sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari kumparan.

Namun Abyadi belum merinci siapa pelaku penganiayaan. Proses penyelidikan masih dilakukan pihak Lapas.

"Kita tidak bisa mengupas secara konkret ya. Karena, teman-teman di Lapas sedang melakukan pemeriksaan," ujar Abyadi.

Sebelumnya video yang menujukkan Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan mengaku dianiaya viral di media sosial. Dalam unggahan itu, tampak bekas pukulan berwarna merah di punggung seorang Napi.

Video itu memperlihatkan sejumlah Napi yang tengah makan. Kemudian, ada seseorang yang menyuruh seorang Napi untuk membuka baju.

Setelah Napi itu membuka baju, ada sahutan dari Napi lainnya yang menyebutkan mereka dianiaya pegawai Lapas.

"Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas 1 Medan, kami bukan binatang, kami manusia Pak, kami dikurung, sampai bertahun-tahun di sini. Masalah kecil saja, diminta uang Rp30 juta, baru bisa keluar. Kalau enggak, kami dipukuli seperti ini. Kalau enggak kasih uang," ujar suara dalam video tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kumparan.com
Kategori:Beladiri, Sumatera Utara
wwwwww