Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Bentuk Perisai Bangsa, Eks FPI Gelar Nobar Film G30S/PKI

Bentuk Perisai Bangsa, Eks FPI Gelar Nobar Film G30S/PKI
Ilustrasi demo eks FPI. (Foto: Istimewa)
Minggu, 26 September 2021 17:42 WIB

JAKARTA - Sejumlah mantan anggota dan pengurus Front Pembela Islam (FPI) di Surabaya mendirikan sebuah organisasi masyarakat baru bernama Perisai Bangsa. Deklarasi dilakukan pada hari ini, Minggu (26/9).

Mereka mengklaim bakal menjaga persatuan dan mencegah perpecahan. Perisai Bangsa juga tidak mau Indonesia seperti Afghanistan yang saat ini dipimpin Taliban. "Perisai Bangsa merupakan ormas berasaskan Pancasila dan UUD 1945," kata mantan Wakil Ketua FPI Surabaya Habib Umar Al Athos, Minggu (26/5).

Di Perisai Bangsa, Al Athos menjadi Ketua. Dia didampingi mantan Wali Laskar FPI Surabaya Gus Din yang menjabat sebagai sekretaris ormas Perisai Bangsa.

Dalam waktu dekat, Perisai Bangsa akan menggelar nonton bareng film G30S/PKI. Di kegiatan itu Perisai Bangsa juga akan mengundang banyak tokoh masyarakat untuk berdialog. "Mungkin akan dimulai dengan nonton bareng [G30S/PKI]," kata Umar.

Umar sengaja mendirikan Perisai Bangsa lantaran enggan bergabung dengan Front Persaudaraan Islam atau yang disebut sebagai FPI gaya baru.

Dia menjelaskan bahwa Perisai Bangsa didirikan untuk menjaga keutuhan Indonesia serta melindungi negara dari perpecahan dan permusuhan antar suku, agama dan golongan. Mereka tak mau Indonesia menjadi seperti Afghanistan.

"Kami menghindari perpecahan antar suku, agama dan bangsa. Jangan sampai peristiwa seperti Taliban di Afganistan terjadi di Indonesia," ucapnya.

Umar mengatakan bahwa Perisai Bangsa tidak hanya beranggotakan mantan pengurus, anggota dan simpatisan FPI, tetapi juga terbuka bagi berbagai elemen masyarakat lain. "Perisai Bangsa juga ada dari elemen Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww