Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Olympic

Politikus Senior Sekaligus Pendiri PDIP, Sabam Sirait Tutup Usia

Politikus Senior Sekaligus Pendiri PDIP, Sabam Sirait Tutup Usia
Almarhum Sabam Sirait. (Foto: Istimewa)
Kamis, 30 September 2021 14:52 WIB

JAKARTA – Politikus senior sekaligus Anggota DPD RI, Sabam Sirait, meninggal dunia pada usia 85 tahun, Rabu (29/9/2021) pukul 22.37 WIB. Pendiri dan mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Siloam Karawaci.

Kabar duka itu dibenarkan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga dan sang putra Maruarar Sirait. Sabam meninggalkan istri, empat anak, dan delapan cucu.

Pria bernama lengkap Sabam Gunung Panangian Sirait ini adalah penandatangan deklarasi pembentukan PDI pada 1973. Ia juga salah satu pendiri PDIP tahun 1998.

Lahir di Tanjungbalai, Asahan, Sumatra Utara, 13 Oktober 1936, Sabam menamatkan sekolah dasar hingga menengah atas di Medan. Ia melanjutkan ke Fakultas Hukum UI, Jakarta meski tidak sampai tamat pada 1960. Namun ia sudah mulai terjun ke politik.

Berturut-turut, Sabam muda menjadi Wakil Sekretaris Jendral Partai Kristen Indonesia atau Parkindo (1961–1973), Deklarator Partai Demokrasi Indonesia (PDI) saat Fusi 10 Partai Politik (10 Jan 1973), Sekjen Koordinator DPP PDI (1973–1976), Sekretaris Jendral DPP PDI (1976–1986) dan Anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan sejak 2005.

Sedangkan karier politiknya di kelembagaan negara adalah sebagai anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, anggota DPR RI periode 1992-2009, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), 2019.

Sabam juga adalah sosok pendukung Jokowi-basuki Tjahaja Purnama ketika maju dalam Pilgub DKI Jakarta. "Pak Sabam dan putranya Pak Maruarar, menurut saya sangat ‘njawani’. Tuturnya sangat halus. Kalau beliau ini dari Solo, pasti orang keraton. Karena bahasanya halus. Putranya juga sama saja," ungkap Jokowi di Jakarta, saat perayaan HUT ke-77 Sabam Sirait.

Saat itu Sabam meluncurkan bukunya berjudul 'Politik itu Suci'. Terkait isi buku ini, Jokowi mengaku sepaham dengan Sabam bahwa politik itu suci dan politik adalah alat memperjuangkan nilai-nilai. “Alat untuk memperjuangkan ideologi, idealisme, keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat. Saya kira itu sudah dilakukan bapak dan Ibu Sabam," kata Jokowi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww