Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Bikin Geger, Ini Penampakan Bambu yang Dipakai PUPR Buat Jalan Tol

Bikin Geger, Ini Penampakan Bambu yang Dipakai PUPR Buat Jalan Tol
Tumpukan Bambu yang dipakai PUPR untuk membangun Jalan Tol. (Foto: Instagram KemenPUPR)
Minggu, 03 Oktober 2021 19:01 WIB

JAKARTA - Diberitakan sebelumnya oleh VIVA bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang melakukan uji coba dan melakukan inovasi dalam konstruksi jalan tol. Salah satu terobosan baru tersebut adalah penggunaan bambu sebagai sistem matras di jalan tol.

Dikutip dari instagram @kemenpupr, pada 3 Oktober 2021, dijelaskan bahwa bambu tersebut akan digunakan sebagai sistem matras memperkuat daya dukung tanah dalam pembangunan Tol Semarang-Demak.

Adapun pada ruas di jalan tol ini akan terintegrasi dengan tanggul laut ini, dan akan diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis. Dengan demikian, metode ini akan menjadi yang pertama digunakan di Indonesia dan menjadi tol pertama di Indonesia dengan bahan bambu.

Untuk itu, metode tersebut diharapkan tidak hanya akan memberikan konstruksi tanggul laut terintegrasi dengan jalan tol yang efisien dari segi biaya, namun juga dapat menyediakan infrastruktur yang handal dan berkesinambungan di masa yang akan datang.

Tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini merupakan konstruksi yang baru pertama sekali dilaksanakan di Indonesia sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian PUPR dalam pelaksanaannya.

Seperti diketahui, dalam pengujian ini perlu dilakukan karena konstruksi tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil. Pengujian terdiri dari dua jenis yaitu uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu.

Pengujian tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu yang baru pertama kali dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan terobosan dalam memberikan solusi perkuatan tanah lunak yang murah dan tepat guna.

Sementara, dikutip dari instagram @anakteknikindo, Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Sri Murni Dewi menjelaskan dalam penelitiannya bahwa penggunaan bambu di jalan tol adalah sebagai pengganti tulangan.

Menurut beliau, material bambu memiliki kekuatan yang sejajar serat yang tinggi namun kekuatan tegak lurus seratnya rendah. Oleh sebab itu, bambu akan terkesan reot ketika dimanfaatkan untuk konstruksi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww