Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Beladiri

Bukannya Merazia, Oknum Satpol PP di Pekanbaru Malah Booking PSK, Tak Mau Bayar Akhirnya Dikeroyok 6 Pria

Bukannya Merazia, Oknum Satpol PP di Pekanbaru Malah Booking PSK, Tak Mau Bayar Akhirnya Dikeroyok 6 Pria
Rabu, 06 Oktober 2021 16:50 WIB

PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) biasanya bertugas menertibkan hal-hal terlarang di wilayah tugasnya. Salah satunya adalah menertibkan praktik prostitusi.

Namun, seorang oknum Satpol PP di Pekanbaru, Riau, malah bertindak sebaliknya. Bukannya merazia, oknum berinisial AS itu malah memesan seorang cewek pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi MiChat. Cewek itu berinisial MF alias Citra.

Setelah sepakat dengan tarif Rp600 ribu untuk kencan singkat, AS pun bertemu dengan MF di Hotel RP di Jalan Tengku Zainal Abidin, Pekanbaru.

Namun, ketika bertemu, AS kecewa karena mendapati rupa MF tidak sama seperti foto yang ia lihat di MiChat. AS pun lantas membatalkan niatnya untuk bersetubuh dengan MF. Tak terima dengan sikap AS, MF lantas merebut dompet milik AS dan mengambil uang Rp195 ribu yang ada di dalam dompet tersebut.

Dari situ, terjadilah cekcok antara AS dan MF. Sesaat sebelum AS beranjak pergi, MF cepat-cepat mengadu kepada enam orang teman prianya yang berada di hotel tersebut.

Lantas, enam pria teman MF itu langsung mengeroyok AS di lobi hotel. Kapolsek Kota Pekanbaru AKP Josina Lambiombir mengatakan, pihaknya kini telah mengamankan MF dan enam teman prianya, atas dasar laporan dari AS yang mengaku dianiaya. Enam teman pria MF adalah ID, TP, RG, HK, DI, dan FM. Mereka pun dibawa ke kantor Polres Pekanbaru untuk diperiksa.

"Korban dikeroyok oleh teman kencannya. Ada enam orang. Semuanya laki-laki. Diduga karena korban tidak membayar sesuai kesepakatan," ujar Josina.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Ia bilang, oknum tersebut berstatus non-PNS. "Tentu akan kami proses. Kami pelajari dulu sejauh mana kasusnya," ujar Iwan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Riau
wwwwww