Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
15 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
16 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
16 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  SEA Games

Cegah Lonjakan Kasus Covid di Akhir Tahun, Warga Diminta Tetap taat Prokes

Cegah Lonjakan Kasus Covid di Akhir Tahun, Warga Diminta Tetap taat Prokes
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti nadia Tirmizi. (foto: Istimewa)
Minggu, 10 Oktober 2021 21:52 WIB

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan merespons prediksi epidemiolog yang memperkirakan puncak gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi akhir Desember 2021 hingga Januari 2022. Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk menekan terjadi lonjakan kasus.

Pertama dari sisi edukasi kepada masyarakat. Masyarakat harus terus diberikan edukasi dan pemahaman untuk tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. "Selalu edukasi kepada masyarakat tidak boleh euforia," kata Nadia, Minggu (10/10).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI ini pun meminta masyarakat menaati protokol kesehatan. Baik ketika beraktivitas di dalam maupun luar rumah. "Adanya SOP pelaksanaan prokes di 6 sektor serta pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi saat masyarakat melakukan aktivitas di tempat publik," jelasnya.

Salah satu momentum yang menjadi sorotan adalah liburan akhir tahun. Dikhawatirkan berdampak meningkatnya kasus Covid-19. Merespons kekhawatiran tersebut, pemerintah mendorong masyarakat tetap menjalankan prokes.

Menurutnya, testing dan tracing harus ditingkatkan sebagai bagian deteksi dini. Termasuk pengaktifan satgas di kantor, pusat perbelanjaan, lokasi pariwisata. "Apakah nanti ada kebijakan pengetatan atau pelarangan ini terus dimonitor sesuai perkembangan situasi," lmbuh dia.

Sebelumnya, dalam wawancara bersama merdeka.com, epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman secara spesifik mengungkap gelombang ketiga pandemi Covid-19 kemungkinan akan terjadi akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022. Puncak gelombang ketiga ini terjadi sekitar awal Januari 2022.

"Sebetulnya potensi gelombang ketiga ini terjadi atas kombinasi mobilitas, vaksinasi yang belum kuat, pelonggaran-pelonggaran, kemudian juga potensi selain varian Delta ada varian lain. Ini yang akan membuat gelombang ketiga hampir sulit dihindari," kata Dicky.

Menurut Dicky, gelombang ketiga kemungkinan tidak sebesar gelombang kedua pandemi Covid-19 yang terjadi pada pertengahan Juli 2021. Pada gelombang ketiga, skenario terburuk penambahan kasus Covid-19 harian sebanyak 50.000. Sementara pada gelombang kedua, skenario terburuk mencapai 400.000 kasus per hari.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww