Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Voli

Asrorun Niam Sholeh: Bangun Kerukutan Umat Beragama di ASEAN Melalui AYIC 2021

Asrorun Niam Sholeh: Bangun Kerukutan Umat Beragama di ASEAN Melalui AYIC 2021
Acara ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) virtual. (Dok Kemenpora)
Selasa, 12 Oktober 2021 15:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berupaya mendorong pemuda di kancah Asia Tenggara (ASEAN) untuk terus memperkuat kerukunan umat beragama. Membangun karakter keagamaan di masyarakat serta menumbuhkan rasa saling pengertian dan menghormati melalui ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2021.

"Tujuan AYIC adalah membangun komitmen melalui perbedaan, termasuk membangun karakter religious di masyarakat serta menumbuhkan rasa saling pengertian dan menghormati. Meskipun berbeda agama, berbeda bangsa, kita terikat oleh persaudaraan sebagai manusia," kata Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh mewakili Menpora RI dalam sambutannya sebelum membuka AYIC 2021 secara virtual di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (12/10).

"Program ini dimaksudkan untuk menjadi platform yang membangun kapasitas pemuda dan organisasi kepemudaan di ASEAN untuk memperkuat kerukunan antar agama melalui project berbasis komunitas, dan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan inisiatif terkait kerukunan agama di lingkungan mereka masing-masing," tambahnya pada acara yang bertema 'Championing Youth as Agents of Interfaith Harmony' ini.

Bangsa Indonesia juga akan merayakan Hari Sumpah Pemuda. Esensi persatuan ditunjukkan para pemuda pemudi Indonesia 93 tahun yang lalu. Negara-negara di ASEAN dan di seluruh dunia mengalami tantangan yang sama, Pandemi Covid-19. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan tetapi juga ekonomi, sosial, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Bercermin pada kesuksesan pemuda Indonesia di masa lalu, kita semua harus bersatu menghadapi pandemi meskipun berbeda keyakinan, budaya, dan latar belakang.

"Meskipun kita bertemu dalam keadaan yang tidak biasa, saya sangat berharap semua peserta pemuda dapat memanfaatkan pertemuan ini sepenuhnya untuk bertukar dan berbagi ide untuk meningkatkan kerja sama lebih lanjut," ujar Deputi Asrorun Ni'am.

AYIC 2021 diikuti 5 peserta dari masing-masing Negara ASEAN, dan 15 peserta Indonesia dari organisasi kepemudaan. "Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta AYIC 2021. Semoga program virtual ini tidak menyurutkan untuk belajar lebih banyak melalui diskusi lintas agama. Saya juga menyambut dan mengapresiasi para pembicara. Ini menunjukkan bahwa latar belakang iman dan pengalaman yang berbeda dapat duduk bersama, menunjukkan ikatan kemanusiaan yang tidak dapat dipisahkan," jelasnya.

"Kepada semua peserta yang hadir, terus sebarkan kebaikan sebanyak-banyaknya, baik itu di komunitas atau lingkungan sendiri. Jangan pernah berhenti mengembangkan diri terutama saat Anda masih muda. Saya berharap melalui pertemuan ini kita dapat memperkuat kemitraan, kerja sama dan kolaborasi di Komunitas ASEAN," pesan Deputi Asrorun Ni'am didampingi Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu.

Sementara, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mewakili Wakil Presiden Ma'ruf Amin percaya, negara-negara Asean akan tumbuh kuat dan berkembang jika penduduknya hidup rukun dan damai. "Generasi muda sebagai agen penyalur pesan perdamaian, kerukunan dan toleransi harus terus menyampaikan pesan damai. Saya yakin ASEAN akan berkembang dan kuat," tuturnya.

"Para pemuda ASEAN juga harus sadar pemahaman secara komprehensif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, perlu menegakkannya dalam berbagai aspek sosial, ekonomi dan keagamaan di tengah masyarakat," pesannya. ***

Kategori:Umum, Voli, DKI Jakarta
wwwwww