Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020

Tim Gulat DKI Jakarta, Jatim dan Kaltim Berbagi Emas

Tim Gulat DKI Jakarta, Jatim dan Kaltim Berbagi Emas
Para juara gaya Greco Roman kelas 67kg. (Dok. PGSI)
Rabu, 13 Oktober 2021 16:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MERAUKE - Pertarungan di cabang olahraga gulat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 berlangsung ketat. Tim Gulat DKI Jakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Timur (Kaltim) berbagi medali emas dari tiga kelas gaya Greco roman yang dipertandingkan pada hari keenam di GOR Head Sai, Merauke, Papua, Rabu (13/10/2021).

Dari laga di tiga gaya Greco yang ditandingkan hari ini, Jatim dan Kaltim sama-sama mendulang satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Medali emas DKI Jakarta dipersembahkan Andika Sulaeman di kelas 77kg, sementara emas untuk Jatim disumbangkan Hasan Sidik dari kelas 60kg, dan emas untuk Kaltim oleh Muhammad Aliansyah di kelas 67kg.

Ketiganya adalah pegulat nasional, sama-sama menjadi unggulan, dan sejak awal diperhitungkan tampil di podium pemenang.

Emas dari Andika membuat DKI Jakarta mencapai target membawa pulang satu medali emas. Namun, DKI Jakarta masih berharap pada dua pegulatnya yang baru akan tampil besok, yakni Rudiansyah di kelas 87kg dan Nur Rusli di kelas 130 kg.

Emas dari Hasan Sidik juga membuat tim gulat Jatim memenuhi targetnya, merengkuh enam emas. Jatim pun masih memiliki peluang untuk menambah perolehan medalinya, dari tiga pegulatnya yang akan turun ke gelanggang pada hari terakhir, Kamis (14/10). Jatim kini membukukan 6-5-2 medali, disusul Jabar 2-2-1, dan Kaltim 2-1-4.

Untuk Kaltim, emas dari Aliansyah membuat mereka kembali menggusur Kalimantan Selatan dalam klasemen sementara medali gulat. Namun, Kaltim harus berjuang keras untuk menggeser dominasi Jatim.

Dari pertarungan di kelas 60kg, Hasan Sidik tidak banyak menemui kesulitan untuk merebut medali emas saat mengalahkan Suparmanto (Kaltim) di final dengan skor 5-2 setelah bermain dua babak penuh.

Perunggu di kelas 60kg ini untuk Hamdian Rachmat B (Jabar), setelah mengalahkan Bismi Fernandes (Bengkulu) dengan skor 9-7 dalam dua babak. Duel mereka tersaji sangat ketat, saling susul menyusul poin, sebelum Hamdian akhirnya berhasil mengunci kemenangan dengan skor akhir 9-7.

Di kelas 67kg, Muhammad Aliansyah sukses untuk meraih medali emas untuk ketiga kalinya setelah PON 2012 Riau dan PON 2016 Bandung. Aliansyah di final mengalahkan Peri Budiawan (Jabar) dengan skor 9-2 dalam waktu 2 menit 30 detik. Kemenangannya disambut sangat meriah oleh kontingen Kaltim.

Aliansyah sejak usai Pra PON tahun 2019 di Jakarta memang sudah diproyeksikan untuk meraih medali di kelas ini mengingat pengalamannya yang luar biasa. Perunggu kelas 67kg untuk Arief Suro Wijoyo (Jatim), yang hanya butuh waktu 20 detik untuk mengalahkan Tri Wahono (Bengkulu) dengan skor 8-0.

Di kelas 77kg, Andika Sulaeman tidak menemui perlawanan berarti dari lawan-lawannya. Keempat lawannya ditaklukkannya dalam waktu satu ronde. Dia menjatuhkan dua lawan dengan jatuhan atau touche, yakni Paulus Sarwa (Papua) dan Prija Iska Ahmad (Banten).

Berikutnya, Andika menang telak 8-0 atas Kusno Hadi (Kaltim) di babak pertama. Terakhir, Andika melibas Supriyono (Jatim) dengan kemenangan angka mutlak 8-0 di babak pertama. Medali perak untuk Supriyono dan perunggu Kusno Hadi. ***

Kategori:Non Olympic, Papua
wwwwww