Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako, Syarief Hasan: Gandeng dan Berdayakan Koperasi

Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako, Syarief Hasan: Gandeng dan Berdayakan Koperasi
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 30 Oktober 2021 01:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan meminta kepada pemerintah untuk serius menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Stabilitas harga menjadi hal yang krusial karena dengan pergerakan ekonomi yang melambat sebagai efek pandemi, daya beli masyarakat jadi lemah.

Jika hal ini terus berulang, maka menurutnya korbannya adalah rakyat juga. Seharusnya kata Dia, pemerintah sedari awal melakukan mitigasi agar harga tetap stabil.

"Sangat disayangkan komoditas pangan harganya tidak stabil. Minyak goreng, misalnya, kenaikan harganya sudah jauh melampaui batas daya beli rakyat. Jika kisaran normalnya Rp 13 ribu/liter, sekarang menembus Rp 20 ribu, bahkan Rp 22 ribu/liter untuk minyak goreng kemasan. Padahal ini akan berimbas pada harga barang lainnya, merugikan pedagang makanan, memberatkan konsumen. Ini adalah efek berantai yang mengganggu kehidupan rakyat banyak," demikian ungkap Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini pada saat audiensi bersama DPP Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) di Ruang Pimpinan MPR, Kompleks Parlemen RI (Kamis, 28/10).

Lebih lanjut Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga perlu sinergi semua pihak. Termasuk dalam hal ini Inkoppas, pemerintah perlu menjadikannya sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas harga. Inkoppas yang menghimpun para pedagang pasar untuk berserikat adalah pelaku ekonomi yang memahami bagaimana dinamika transaksi perdagangan di pasar.

"Kita memahami pasar adalah tempatnya pembeli dan penjual bertemu. Langkah nyata mensinergiskan ekonomi riil adalah menggandeng pedagang pasar untuk bersama menjaga harga tetap stabil. Inisiatif ini seharusnya datang dari pemerintah. Saya kira para pedagang pasar akan sangat bersedia jika diberikan ruang sinergis yang nyata. Ini juga akan membantu pemerintah dalam menjaga kinerja perdagangan," kata Syarief.

Oleh karena itu, Syarief meminta kepada pemerintah untuk serius memberdayakan para pedagang pasar. Instabilitas harga selalu saja menjadi persoalan yang berulang, terlebih menjelang perayaan hari besar keagamaan. Jika harga bergejolak maka semua akan merugi. Pedagang rugi, pembeli juga rugi. Ujung-ujungnya pemerintah melakukan operasi pasar. Padahal jika mitigasinya serius, dengan menggandeng berbagai pihak terkait, stabilitas harga harusnya dapat dijaga.

"Di era teknologi ini, banyak inisiatif yang dapat dilakukan pemerintah bersama-sama dengan koperasi pedagang pasar. Salah satunya mendorong eksosistem ekonomi digital. Hal yang sama disampaikan oleh Inkoppas bahwa digitalisasi pasar adalah salah satu strategi untuk menyamakan langkah di antara berbagai stake holder yang ada. Jika terjadi integrasi data secara digital, maka perkara gejolak harga bahan pangan akan termitigasi dengan lebih baik," pungkasnya.***

wwwwww