Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Resmi Jadi Ketua Umum PKN Bareng Anas Urbaningrum

Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Resmi Jadi Ketua Umum PKN Bareng Anas Urbaningrum
Gede Pasek Resmi Jadi Ketua Umum PKN Bareng Anas Urbaningrum. (foto: istimewa)
Sabtu, 30 Oktober 2021 16:00 WIB

JAKARTA - Mantan Sekjen DPP Hanura, Gede Pasek Suardika (GPS) dipercaya menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) usai memutuskan hengkang dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Hal tersebut disampaikan satu inisiator PKN, Sri Mulyono. Kata dia, PKN merupakan partai politik yang diinisiasi loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Sri Mulyono mengklaim sudah lama meminta Gede Pasek mundur dari Hanura. Terutama sejak mendengar kabar bahwa ide dan gagasannya tidak terakomodir sekalipun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Hanura.

"Sebenarnya begitu mendengar seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat sehingga tidak bisa maksimal, kami sudah meminta GPS untuk keluar saja dan merintis dari nol dan lebih sehat," kata Sri Mulyono kepada wartawan, Sabtu (30/10).

"Namun, GPS (Gede Pasek) menyatakan tidak enak meninggalkan Hanura karena sudah kadung punya jalinan erat dengan banyak kader di daerah," sambungnya.

Lanjut Sri Mulyono, kemampuan dan pemikiran Gede Pasek yang mumpuni di bidang politik tidak diberikan ruang berkreativitas.

Seiring berjalannya waktu dan pendekatan yang dilakukan, masih kata Sri Mulyono, Gede Pasek akhirnya bersedia mengakhiri masa bakti di Hanura dan bergabung di PKN. "Begitu bersedia, GPS meminta ide gagasan politik kebangsaan yang diimpikan bisa dijadikan tulang punggung perjuangan, maka lahirlah Partai Kebangkitan Nusantara," kata Sri Mulyono yang dipercaya sebagai Sekretaris Pimpinan Nasional PKN.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww