Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Terinspirasi Burung Kasuari, Hara dan Wara Jadi Maskot Peparnas XVI Papua 2021

Terinspirasi Burung Kasuari, Hara dan Wara Jadi Maskot Peparnas XVI Papua 2021
Maskot Peparnas XVI Papua 2021. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 03 November 2021 01:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 pada 2-15 November 2021 siap digelar di Provinsi Papua. Ajang olahraga nasional utama bagi penyandang disabilitas ini akan berlangsung di Kota/Kabupaten Jayapura.

Peparnas kali ini mengusung Hara dan Wara sebagai maskot Peparnas XVI Papua 2021. Maskot tersebut terinspirasi dari burung kasuari yang terdiri dari jantan dan betina. Burung Kasuari melambangkan keunikan satwa pegunungan di Pulau Papua.

Selain itu, burung kasuari disebut mencerminkan motivasi hidup pantang menyerah dalam situasi apa pun, bertanggung jawab, mandiri, dan kecepatan untuk merespons setiap peluang dan kesempatan.

Hara dan Wara digambarkan mengenakan seragam dengan motif angka 16. Ini mencerminkan pelaksanaan Peparnas yang digelar untuk ke-16 kalinya. Lalu, maskot tersebut memakai noken yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Papua, mengandung nilai ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Tak hanya maskot, unsur-unsur budaya lokal seperti rumah adat honai dan alat musik pukul tifa ikut mewarnai simbol-simbol Peparnas 2021. "Sehati Mencapai Tujuan, Ciptakan Prestasi" menjadi tema sentral Peparnas Papua.

Kehadiran Hara dan Wara diharap mampu menambah kemeriahan Peparnas yang diselenggarakan di provinsi paling timur dari Indonesia ini. Sukses Provinsi Papua dalam menyelenggarakan PON XX pada 2-15 Oktober 2021 juga menjadi pemacu semangat para pengurus besar Peparnas Papua.

Pelaksanaan Peparnas kali ini berbeda dengan sebelumnya, sebab digelar ditengah situasi pandemi Covid-19. Setiap pertandingan dalam Peparnas ini harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat, sebagaimana juga terjadi selama PON Papua.

Protokol kesehatan yang ketat selama Peparnas Papua harus menjadi prioritas baik itu untuk atlet, ofisial, maupun masyarakat yang nantinya menyaksikan langsung perjuangan para atlet berkebutuhan khusus dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Memakai masker, menggunakan hand sanitaizer atau cairan pembersih tangan harus tetap menjadi perhatian bersama. Pemerintah optimis ajang Peparnas edisi Papua dapat berlangsung aman, sukses, dan lancar. Tak hanya itu, sukses prestasi juga diharapkan.

Stadion Mandala Jayapura akan menjadi lokasi upacara pembukaan Peparnas XVI pada 5 November 2021. Panitia Peparnas juga telah melakukan pertemuan dengan TNI-Polri dan berkoordinasi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Peparnas Papua akan mempertandingkan 12 cabang olahraga. Sekitar 1.985 atlet yang bertanding akan bersaing meraih prestasi. ***

wwwwww