Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
19 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
24 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
18 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Anggaran Hibah Rp279 Miliar, PSI DKI Ingatkan Proporsionalitas Distribusi

Anggaran Hibah Rp279 Miliar, PSI DKI Ingatkan Proporsionalitas Distribusi
Ilustrasi anggaran hibah. (gambar: ist. via infoanggaran)
Jum'at, 05 November 2021 05:19 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (5/11/2021) menyatakan dorongan agar distribusi dana hibah dilakukan secara proporsional bagi organisasi keagamaan.

"Selain harus mempertimbangkan kemanfaatannya bagi masyarakat, proporsionalitas juga harus menjadi perhatian," kata Anggara dikutip GoNEWS.co.

"Biro Dikmental perlu memperhatikan proporsionalitas dari distribusi pemberian hibah senilai total Rp279 milliar ini," sambung dia.

Lebih jauh, Ia mendorong penambahan hibah untuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Jakarta. Pasalnya, ada ketimpangan rancangan nilai hibah untuk keduanya dari sesama Ormas Islam yakni MUI (Majelis Ulama Indonesia). Padahal, NU dan Muhammadiyah memiliki banyak cabang organisasi seperti pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, klinik dan rumah sakit sehingga dimungkinkan memiliki kebutuhan yang besar.

"Jika kita lihat dalam rancangan, hibah PWNU Jakarta senilai Rp2,07 milliar dan PW Muhammadiyah Jakarta senilai Rp1,89 milliar, sangat timpang dibanding misalkan kepada MUI Jakarta sebesar Rp10,6 milliar," ujar Anggara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww