Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Olympic

Isu Hadi Masuk Kabinet, Dasco: Itu Kewenangan Presiden

Isu Hadi Masuk Kabinet, Dasco: Itu Kewenangan Presiden
Wakil Ketua DPR RI, Ahmad Sufmi Dasco. (Foto: Istimewa)
Selasa, 09 November 2021 17:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beredar kabar jika mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bakal masuk dalam kabinet Pemerintaan Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan dari Presiden Jokowi.

"Kalau masalah masuk ke kabinet itu adalah sepenuhnya kewenangan presiden," kata Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Dasco menilai, presiden lebih mengetahui kebutuhan untuk merombak kabinet. Termasuk soal menempatkan Hadi Tjahjanto dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju.

"Presiden tentunya yang lebih tahu apakah memerlukan Pak Hadi atau kemudian mau menaruh di posisi mana itu kita serahkan kepada hak prerogatif presiden," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

Diketahui, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara mengenai isu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto masuk dalam perombakan atau reshuffle kabinet. Hadi dikabarkan akan ditarik ke kabinet Indonesia Maju atau diberikan jabatan baru setelah pensiun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Itu tunggu saja waktunya. Kita belum bisa memberikan jawaban,” kata Moeldoko, di kantor KSP, Jakarta, Jumat (5/11).

Menurutnya, memasuki masa pensiun tidak harus mendapatkan jabatan baru. Itu terjadi dengan dirinya. Ketika sudah memasuki masa purnabakti, selama 2,5 tahun ia tidak memiliki jabatan apa pun. Waktu tersebut digunakannya untuk istirahat setelah mengemban tugas selama 35 tahun untuk mendekatkan diri kepada keluarga dan membiarkan dirinya menikmati waktu yang ada.

“Jadi, tidak harus habis pensiun mendapatkan jabatan baru. Saya pikir apa yang saya rasakan itu sangat menarik bisa merasakan sesuatu yang berbeda selama 2,5 tahun,” ujar Moeldoko.***

wwwwww