Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Legislator PKS dan PDIP Akur, Fahri Hamzah: Digaji untuk Berantem, Bukan Minta Maaf!

Legislator PKS dan PDIP Akur, Fahri Hamzah: Digaji untuk Berantem, Bukan Minta Maaf!
Fahri Hamzah. (Foto: Istimewa)
Selasa, 09 November 2021 17:20 WIB

JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PKS Fahmi Alaydroes meminta maaf kepada Fraksi PDI Perjuangan usai menyindir Ketua DPR RI Puan Maharani saat sidang.

Bagaimana tidak, Fahmi sebelumnya memprotes Puan lantaran tak diizinkan menyampaikan interupsi saat Rapat Paripurna. Belakangan, usai mengeluh, masalah diselesaikan lewat maaf.

"Sudah selesai, tadi dengan teman-teman PDIP saya juga sudah meminta maaf," kata Fahmi, Senin (8/11/2021) kemarin.

Meski begitu, Fahmi berharap kejadian serupa tak lagi terulang. "Tetapi tentu saja ini menjadi pembelajaran besar, terutama buat pimpinan DPR untuk menghargai dan menjamin hak konstitusi saya sebagai anggota dewan," kata Fahmi.

Sekadar diketahui, Fahmi menyindir Puan terkait pencapresan 2024, dengan nada kalimat kesal, "Bagaimana mau jadi capres."

Hal itu terlontar usai interupsinya diabaikan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut, dalam Rapat Paripurna pengesahan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Menanggapi fenomena tersebut, mantan petinggi PKS, yang kini membesarkan Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengkritik kawannya. Ia bilang, opisis planga-plongo dan memble.

Tak cuma itu, menulis cuitan di Twitter pribadinya kalau legislator digaji untuk berantem. "Senayan itu tempat orang yang digaji rakyat untuk berantem. Bukan minta maaf!"***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww