Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Si Jago Tembak Alumni Oregon Ducks Pilihan Koko

Si Jago Tembak Alumni Oregon Ducks Pilihan Koko
Jalil Abdul-Bassit. (Dok. iblindonesia)
Kamis, 18 November 2021 23:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kepiawaian head coach RANS PIK Basketball, Koko Heru Setyo Nugroho memang tidak perlu diragukan. Dengan background karier kepelatihannya, tentu bukan hal yang sulit memilih pemain asing. Termasuk untuk menjatuhkan pilihan pada Jalil Abdul-Bassit, di IBL Draft 2021 Foreign Player Round 1. 


Kalau membaca profilnya, Abdul-Bassit merupakan sosok yang menarik. Dengan tinggi 193 cm, namun pemain berusia 28 tahun itu bermain sebagai shooting guard. Bayangkan saja kalau dia menembak, tentu tidak ada guard lawan yang bisa menjaganya.

Abdul-Bassit adalah alumni kampus Oregon, dengan tim basketnya yang terkenal dengan nama Oregon Ducks. Dia bermain dua musim dengan catatan tampil sebanyak 52 pertandingan. Abdul-Bassit memang bukan pemain inti sehingga kontribusinya hanya 6,2 PPG dalam 52 pertandingan tersebut. Namun yang menarik adalah angka dari three point precentage pemain asal Alaska tersebut. Dia mampu mencetak 42,9 % untuk tembakan three-point.

Abdul-Bassit sempat bermain di NBA G-League bersama Idaho Stampede pada musim 2015-16. Dia kemudian berkelana hingga ke Albania dan bermain untuk Tirana Albania. Terakhir, atau tahun 2021 ini, Abdul-Bassit tercatat sebagai pemain Zonkeys de Tinjuana Meksiko di The Basketball Tournament (TBT).

Kehadiran Abdul-Bassit bisa memperkaya barisan penembak jitu di tim RANS PIK. Sebelumnya, mereka merekrut shooter lokal, Oki Wira Sanjaya. Dengan begitu, RANS PIK bisa sangat berbahaya bila memainkan skema small-ball. Sementara saat memainkan Shane Heyward, RANS PIK bisa menjelma jadi tim dengan pertahanan yang kokoh. Karena Heyward dikenal sebagai defender ulung. ***

wwwwww