Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Olympic

Setelah Tahu Arteria Dahlan dari PDIP, Wanita 'Anak Jenderal': Gue Kenal Bu Mega

Setelah Tahu Arteria Dahlan dari PDIP, Wanita Anak Jenderal: Gue Kenal Bu Mega
Tangkap layar video wanita mengaku anak Jenderal saat memaki ibunda Arteria Dahlan. (Foto: Istimewa)
Senin, 22 November 2021 22:29 WIB
JAKARTA - Wanita anak jenderal yang terlibat cekcok dengan Arteria Dahlan mengaku kenal dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Arteria Dahlan mengungkap, itu diucapkan wanita anak jenderal tersebut setelah mengetahui bahwa dirinya anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. "Setelah dia tahu gua anggota DPR. Dia ngomong lagi, gua kenal ketum-ketum partai. Kenal Bu Mega," kata Arteria menirukan ucapan wanita itu dilansir dari merdeka.com, Senin (22/11/2021).

Selanjutnya, wanita itu lalu menghubungi Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga politisi PDIP, Prasetyo Edi Marsudi. "Dia minta tolong nyebut-nyebut nama, nama PDIP ada telepon yang neleponnya PDIP, Prasetyo, Ketua DPRD DKI Jakarta," ujar Arteria, Senin (22/11/2021).

Setelah itu, Arteria pun ditelepon sahabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu agar tidak melanjutkan masalah ini. Akan tetapi, anggota Komisi III DPR RI ini menyatakan kepada Prasetyo agar tidak membela wanita yang mengaku-ngaku anak jenderal bintang tiga itu. "Pras, ini orang enggak bener, lu jangan bela-bela, ya," ungkap Arteria.

Dalam komunikasi itu, sambungnya, Prasetyo menyatakan bahwa dirinya tidak akan membela wanita tersebut. Prasetyo, kata Arteria, juga mengungkap bahwa wanita itu memang benar anak seorang jenderal.

Akan tetapi bukan jenderal bintang tiga sebagaimana diucapkannya. Melainkan anak jenderal bintang satu. Kendati demikian, politisi PDI Perjuangan ini mengaku tak gentar menghadapi jenderal bintang satu. "Dulu (saat masih mahasiswa) enggak punya duit, enggak punya jaringan aja berani, apalagi sekarang," tandasnya.

Saling Lapor

Sementara, Arteria Dahlan dan wanita anak jenderal akhirnya sama-sama melayangkan laporan ke polisi. Kabar itu dibenarkan Kasubag Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Iptu Prayogo. "Ada pelaporan dari kedua belah pihak. Jadi saling lapor," ungkap Prayogo, Senin (22/11/2021).

Prayogo menyebut, baik Arteria Dahlan maupun wanita anak jenderal itu sama-sama melayangkan laporan pada Minggu (21/11/2021) malam.

Kedua pihak, sama-sama melaporkan dengan dugaan tindak pencemaran nama baik. "Sementara Pasal 315 KUHP," sambungnya.

Pelaporan yang dilayangkan itu bukan oleh Arteria Dahlan sendiri, melainkan keluarganya. "Entah ibunya atau siapa, tapi bukan dari beliau langsung," tutur Prayogo.

Sayangnya, Prayogo tak mengungkap apakah wanita anak jenderal itu sendiri yang melapor atau diwakilkan. Prayogo juga enggan berkomentar terkait kabar bahwa wanita itu adalah anak seorang jenderal. Sebab menurutnya, hal itu sama sekali tidak termasuk dalam materi penyidikan.

Saat ini, sambungnya, kedua laporan ditangani Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta. "Yang penting masyarakat datang laporan, kita layani," terangnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww