Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Umum

Hari Guru Nasional, Golkar Apresiasi Perjuangan Guru di Tengah Pandemi

Hari Guru Nasional, Golkar Apresiasi Perjuangan Guru di Tengah Pandemi
Waketum Golkar/Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (tengah) dalam puncak acara peringatan Hari Guru Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 November 2021. (foto: ist.)
Kamis, 25 November 2021 19:02 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menyatakan apresiasi tinggi pada para guru yang terus mencerdaskan bangsa di tengah pandemi Covid-19. Hal itu Ia sampaikan saat menghadiri puncak acara peringatan Hari Guru Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (25/11/2032).

"Di tengah kesulitan pandemi, guru-guru kita terus berjuang tanpa kenal lelah. Saya menyaksikan sendiri berbagai inisiatif dan pengorbanan yang para guru lakukan demi melanjutkan proses pembelajaran kepada murid," kata Hetifah dikutip GoNEWS.co dari siaran resminya.

Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR RI pun mencontohkan bentuk perjuangan guru di masa pandemi. Di daerah pedalaman, kata Hetifah, "Para guru mendatangi rumah murid berkilometer jauhnya satu persatu. Hal ini dilakukan karena tidak ada radio dan internet," kata Hetifah.

Apresiasi juga disampaikan atas kesediaan para guru untuk terus belajar, utamanya terkait adaptasi dunia pendidikan di masa pandemi. "Di Kalimantan Timur, ada beberapa daerah yang listriknya hanya menyala dari 6 sore-6 pagi, sinyal internet dan telpon juga sangat sulit. Di tengah keterbatasan tersebut, para guru tetap semangat mempelajari materi dan perkembangan kebijakan pendidikan dari pusat. Guru-guru senior juga kembali belajar perangkat digital baik HP maupun laptop walau mungkin harus meminjam punya orang lain. Sebuah semangat yang luar biasa," tutur Hetifah.

Lebih lanjut, Hetifah menyampaikan, Komisi X DPR RI dan Kemdikbudristek terus memberi dukungan kepada para guru melalui berbagai kebijakan yang diharap dapat mendukung para guru di seluruh Indonesia. "Mulai dari bantuan kuota internet, peluncuran laman Guru Berbagi, relaksasi dana BOS untuk membayar honor guru non-PNS dan honorer, serta Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS," ujar Hetifah.

Kata Hetifah, salah satu kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan para guru adalah rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru. "Sebanyak 173.329 guru honorer dinyatakan lulus seleksi kompetensi PPPK tahap 1. Dengan kelulusan tersebut, saya harap kegelisahan Bapak Ibu guru terkait status ketenagakerjaan dapat berkurang dan akan semakin bersemangat dalam mendidik anak-anak kita.".

"Total formasi sebanyak satu juta, saya mendorong bagi para guru honorer yang belum mendaftar atau belum lulus untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan mendaftar di tahap 2 dan 3," dorong Hetifah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww