Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
11 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Urusan Pekerja Berujung Semen Mahal di Aceh, Legislator Minta Perhatian Erick

Urusan Pekerja Berujung Semen Mahal di Aceh, Legislator Minta Perhatian Erick
Ilustrasi PT SBA. (foto: dok. ist./liputan6)
Kamis, 02 Desember 2021 15:29 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rafli meminta perhatian Menteri BUMN Erick Thohir mengenai persoalan pegawai PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang berujung pada melambungnya harga semen di Aceh. Hal tersebut Ia sampaikan langsung kepada Erick dalam rapat di Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Rafli melaporkan, ada 55 orang pegawai yang tak lagi direkrut pasca peralihan operasi power plan di PT SBA. Perusahaan baru yang menerima operasi power plan tak menggunakan pekerja lama.

"Tenaga kerja yang lama nggak dipake malah direkrut yang baru," kata Rafli dalam rapat yang dipantau virtual oleh GoNEWS.co.

Akibatnya, situasi yang tak kondusif pun terjadi hingga PT SBA tak beroperasi. "Bayangkan! SBA tidak beroperasi berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Harga semen melambung tinggi, rakyat semua mengumpat, menggerutu," ujarnya.

Rafli mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat dan berkoordnasi dengan legislatif Aceh dan Pemerintah Aceh. Tapi, "Sampai saat ini SBA belum memberikan solusi yang akomodatif,".

"Di Aceh, ini persoalan yang sangat rentan sekali. Saya harap Pak Menteri memberi perhatian," pinta politisi PKS itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta, Aceh
wwwwww