Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
9 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
6
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
5 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jika Maju Pilpres 2024, Anies Baswedan Dinilai akan Terganjal Aksi 212

Jika Maju Pilpres 2024, Anies Baswedan Dinilai akan Terganjal Aksi 212
Gubernur DKI, Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Senin, 06 Desember 2021 13:17 WIB

JAKARTA - Anies Baswedan, jika berniat maju dalam Pemilihan Presiden 2024 dinilai akan terganjal kelompok aksi 212.

Sebabnya, Anies Baswedan harus membangun hubungan baik dengan Nadhlatul Ulama (NU), kyai, ulama dan pesantren yang memiliki penokohan kuat di kalangan NU. Demikian pendapat yang dikemukakan Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (05/12/2021), Umam berpendapat bahwa sosok Anies Baswedan cocok merepresentasikan umat muslim dalam Pilpres 2024. Namun, hal ini tidak mudah juga, karena terganjal aksi 212.

Meski Anies dinilai bisa merangkul banyak elemen Islam, Umam menyebut hal itu akan sulit dilakukan kepada NU.

Pasalnya, NU selaku organisasi Islam dengan anggota terbanyak di Indonesia kerap menentang kegiatan 212. "Saya tanya apakah ada potensi? Dan memang ada potensi dan memang konteks di (Pilkada DKI 2017) itu cukup membekas bagi warga NU," ucapnya.

Menurut Umam, akan ada banyak elemen Islam yang akan berpengaruh bagi konstelasi politik ke depannya, mulai dari Nadhlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga 212.

"Anies berpotensi menjadi satu nama yang kemudian bisa menjembatani sejumlah tadi poin-poin elemen kekuatan Islam, meskipun ini ada catatan agak serius, momentum di 2017 di Pilkada itu," ujar Umam dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/12/2021).

Karena itu, pekerjaan rumah (PR) Anies jika memang ingin maju ke Pilpres 2024 adalah membangun hubungan baik dengan NU.

"Kalau misalkan memang Mas Anies memiliki niat di 2024. Saya pikir dia juga sudah memiliki sense untuk melakukan itu, maka kemudian komunikasi terhadap jaringan NU terutama pesantren, kiai, harus dilakukan secepatnya," katanya.

Umam mengatakan kesimpulan ini diambil setelah dia melakukan Focus Group Discussion (FGD) di 12 kota di Pulau Jawa.

Hasil FGD lainnya adalah 212 disebutnya tidak akan memiliki pengaruh lebih besar ketimbang NU ketika Pilpres.

Ia mencontohkan saat Pemilu 2019 lalu. Joko Widodo akhirnya menggandeng Ma'ruf Amin yang merupakan tokoh NU sebagai pasangannya.

"Jadi 212 itu hanya satu varian di antara sekian banyak varian-varian lain, kalau kita lihat di (Pilpres) 2019 yang sangat menentukan di level itu justru NU. Mau enggak mau, diakui atau tidak," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww