Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  SEA Games

Selain Pelajar, Lansia di Bone Sulsel Juga Meninggal Usai Divaksin

Selain Pelajar, Lansia di Bone Sulsel Juga Meninggal Usai Divaksin
Ilustrasi pekaman prokes Covid. (Foto: Istimewa)
Selasa, 28 Desember 2021 19:15 WIB

JAKARTA - Kasus kematian usai divaksin di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebanyak dua orang. Selain Nur Widya, seorang pelajar, juga Selleng (80), seorang lansia warga Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone meninggal usai divaksin.

Kabarnya, Seleng mendapat suntikan vaksin pada Kamis 23 Desember 2021 lalu. Sejak saat itu, kondisi kesehatan terus menurun. Hingga pada Sabtu 25 Desember 2021 pagi, dia meninggal dunia. Sedangkan Andi Nur Widya meninggal dunia, setelah mendapatkan vaksin kedua di sekolahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Arman Bausat, membenarkan adanya dua warga di Kabupaten Bone meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksin Covid-19.

"Iya, itu memang benar, satu anak-anak dan satu orang tua. Kita masih investigasi penyebabnya apakah betul karena itu, nanti saya lapor itu ya. Dari informasi, ini kan masih laporan dan informasinya sepihak,” kata Arman, yang dikutip keterangannya, Selasa, 28 Desember 2021.

Arman mengungkapkan, jika Andi Nur Widya mempunyai riwayat penyakit jantung. Sedangkan Seleng mempunyai riwayat penyakit hipertensi. "Kita coba investigasi dulu, jadi ada kondisi yang tidak bisa diterangkan. Ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), itu artinya dari seratus juta penduduk indonesia tidak semua rusak," jelasnya.

Arman berharap, dengan adanya kejadian orang meninggal setelah vaksinasi tidak tersebar hoaks. Sehingga dengan kasus ini menghilangkan manfaat vaksinasi, tidak boleh satu atau dua kasus merusak yang lainnya.

"Kita antisipasi, jangan sampai kasus ini menghilangkan manfaat vaksinasi. Ya, tidak boleh itu satu menghilangkan manfaatnya,” kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, SEA Games, Sulawesi Selatan
wwwwww