Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pengamat: Jadwal Pemilu Mungkin Disepakati bersama Komisioner Baru KPU

Pengamat: Jadwal Pemilu Mungkin Disepakati bersama Komisioner Baru KPU
Ilustrasi pemungutan suara. (gambar: dok. ist./detik.com)
Selasa, 04 Januari 2022 15:28 WIB
JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Paramadina Septa Dinata menyebut, besar kemungkinan jadwal Pemilu akan disepakati bersama jajaran komisioner KPU yang baru (Periode 2022 - 2027). Hal tersebut Ia sampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/1/2022).

"Jika dilihat kondisi saat ini, kemungkinan besar pemerintah dan DPR akan menyepakati jadwal pemilu bersama komisioner yang baru," kata Septa sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

'Kondisi' yang Ia maksud, merujuk pada; Dimulainya masa sidang DPR RI setelah 10 Januari 2022; Masa kerja anggota KPU 2017-2022 akan berakhir pada Februari 2022. "Ini akan memiliki konsekuensi terhadap waktu yang dibutuhkan anggota KPU yang baru untuk menyesuaikan dan mempelajari secara keseluruhan persiapan pemilu mendatang," ujar Septa.

Ia berharap, apa yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu tak terulang di 2024 mendatang.

"Jangan sampai kejadian 2019 terulang. Tanggal pemilu belum ada sementara persiapan sudah melewati 20 bulan. Ini bisa menjadi tekanan buat penyelenggara dan menyebabkan gunjang-ganjing yang tidak perlu," kata Septa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww