Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Nasional

Ahli Ungkap Kaitan Krisis Sumber Daya dengan Gerakan Terorisme

Ahli Ungkap Kaitan Krisis Sumber Daya dengan Gerakan Terorisme
Ilustrasi persaingan Amerika - China. (gambar: ist./washingtonnote)
Senin, 24 Januari 2022 17:55 WIB
JAKARTA - Ahli Kriminologi Universitas Indonesia Arijani Lasmawati mengungkapkan, penelitiannya menunjukkan bahwa krisis sumber daya alam merupakan salah satu pemicu gerakan terorisme yang berlangsung di tingkat global dan memengaruhi Indonesia. Hal tersebut Ia sampaikan dalam suatu acara daring, Senin (24/1/2022).

Dalam hal ini, jelas Arijani, kompetisi antara berbagai negara adidaya seperti antara Amerika Serikat dengan China, berdampak pada negara-negara lain yang menjadi korban eksploitasi sumber daya. Lebih lanjut, rasa ketidakpuasan yang muncul di berbagai negara korban eksploitasi melahirkan gerakan perlawanan, seperti seruan jihad global yang diinisiasi oleh Osama Bin Laden dari Al Qaeda atau deklarasi oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Serta seruan dari kelompok-kelompok teror lainnya dengan membawa narasi penindasan terhadap Islam oleh kaum kafir," kata Ari sapaan akrab Arijani sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari Antara.

Seruan jihad global, menurut Ari, merupakan salah satu pemantik gerakan teror di Tanah Air, sebagaimana yang ia temukan melalui wawancara yang ia lakukan bersama empat mantan anggota kelompok teror. Dalam wawancara tersebut, Ari menemukan propaganda terorisme global menjadi salah satu faktor dominan berlangsungnya narasi radikal di Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:antaranews.com
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww