Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
3
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
6
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Perhatikan Kelompok Rentan di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Perhatikan Kelompok Rentan di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto; Istimewa)
Kamis, 03 Februari 2022 22:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Tren kasus positif Covid-19 meningkat, kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid dan anak-anak harus menjadi perhatian. Penanganan lonjakan kasus pada Juli tahun lalu harus menjadi pelajaran dalam pengendalian Covid-19 kali ini.

"Pengalaman dalam penanganan lonjakan kasus Covid-19 Juli tahun lalu harus membuat para pemangku kepentingan lebih siap menghadapi tren kasus positif Covid-19 yang meningkat dewasa ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/2/2022).

Kesiapan para pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19, ujar Lestari, harus benar-benar matang sehingga mampu memberi perlindungan bagi setiap warga dari ancaman paparan virus korona. Sebaran varian Omikron yang mulai meluas di tanah air, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, memberi konsekuensi yang berbeda.

Menurut Rerie, varian Omicron berdasarkan pendapat para pakar memiliki daya sebar yang tinggi, namun efek terhadap yang terpapar tidak parah. Meski begitu, para pakar berpendapat varian Omicron bisa berdampak parah terhadap lansia, penderita komorbid, orang yang belum divaksin dan anak-anak.

Berdasarkan catatan tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, para pemangku kepentingan harus benar-benar memberi perhatian terhadap kelompok rentan yang rawan mengalami gejala sedang dan berat bila terpapar Covid-19. Selain itu, tegas Rerie, cakupan vaksinasi yang belum sepenuhnya mencapai target juga harus menjadi perhatian serius, untuk menekan paparan virus korona di tengah masyarakat.

"Terpenting, kesiapan masyarakat dalam menghadapi tren positif Covid-19 yang meningkat harus dikedepankan, agar langkah segera dalam mencegah penyebaran virus korona bisa dilakukan dengan baik," ujarnya.

Disiplin menerapkan protokol kesehatan, tambah Rerie, seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus menjadi langkah utama yang dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran lebih luas lagi. "Memaksimalkan penggunaan peduli lindungi di area-area publik, harus terus ditingkatkan untuk memperkuat upaya pengendalian Covid-19 di tanah air," tambah Rerie.

Rerie sangat berharap soliditas para pemangku kepentingan melakukan pencegahan dalam rangka pengendalian Covid-19 tetap terjaga, sehingga sistem layanan kesehatan kita tetap mampu menjalankan fungsinya dengan baik.***

wwwwww