Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  MPR RI

Rerie: Siapkan Generasi Muda Agar Mampu Wujudkan Indonesia Emas yang Tangguh

Rerie: Siapkan Generasi Muda Agar Mampu Wujudkan Indonesia Emas yang Tangguh
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Kamis, 17 Februari 2022 13:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Seluruh elemen bangsa harus mempersiapkan generasi muda agar mampu menjawab berbagai tantangan untuk mewujudkan Indonesia Emas yang tangguh dan berdaya saing pada 2045. Berbagai upaya harus dilakukan berangkat dari optimalisasi seluruh sumber daya yang dimiliki anak bangsa.

"Pada 2045, generasi muda akan menjadi tulang punggung bangsa ini untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, seperti yang dicita-citakan para pendahulu bangsa," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka diskusi secara daring bertema Milenial dan Tantangan Ketenagakerjaan dalam Menyambut Bonus Demografi Indonesia, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (16/2/2022).

Ia berpendapat, loncatan teknologi yang terjadi saat ini mengubah pola berperilaku dan komunikasi manusia di era ini. Oleh karena itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, kita tidak boleh mengabaikan perkembangan teknologi yang terjadi ini.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mengungkapkan, sejak terjadi krisis global, pandemi Covid-19, angka pengangguran meningkat dan yang tertinggi adalah usia produktif. Berbagai perubahan itu, tambahnya, mendorong kita secara bersama sebagai anak bangsa untuk mempersiapkan generasi milenial agar memiliki kemampuan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Diskusi yang dimoderatori ekonom yang juga Direktur Sparklab Universitas Pelita Harapan Radityo Fajar Arianto itu menghadirkan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, Guru Besar Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Badri Munir Sukoco, dan CEO for Navanti Indonesia Indra Pramana sebagai narasumber.

Selain itu hadir Co-Head of Delegate Selection Committe dan Delegasi Y20 Indonesia 2021 Putri Anetta Komarudin, Sekretaris Umum PP SPSI Mochammad Popon, dan pakar hukum Universitas Pasundan Bandung Atang Irawan sebagai penanggap.

Guru Besar Manajemen FEB Universitas Airlangga Badri Munir Sukoco berpendapat, perlu kerja keras bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju karena membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kondisi pandemi Covid-19 dan rendahnya relevansi tenaga kerja terhadap lapangan kerja yang tersedia, menyebabkan angka pengangguran bertambah.

Salah satu upaya agar tenaga kerja mampu terserap, menurut Badri, adalah dengan melakukan transformasi ekonomi lewat dua hal. Yaitu, peningkatan kualitas SDM dan menetapkan sejumlah sektor untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi agar mampu tumbuh di atas 10%.

Karena, ujar Badri, untuk menjadi negara maju, bangsa Indonesia harus mampu masuk pada kelompok negara dengan high income yang berciri memiliki industri services 69,70% yang sangat mengandalkan kualitas SDM yang tinggi.

Ia mengungkapkan pengalaman Tiongkok saat menuju negara maju. Ketika itu, ujarnya, Tiongkok melibatkan perguruan tinggi dalam sejumlah penelitian di bidang algoritma, bahan baterai, dan sejumlah teknologi masa depan seperti robotik dan teknologi molekuler, agar Negeri Tirai Bambu itu akhirnya mampu masuk menjadi negara maju.***

wwwwww