Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Lily Wahid: Gus Dur Selalu Memaafkan Orang, Kecuali Imin

Lily Wahid: Gus Dur Selalu Memaafkan Orang, Kecuali Imin
Adik kandung Gus Dur, Lily Chodidjah Wahid. (foto: Kompas)
Sabtu, 05 Maret 2022 21:08 WIB

JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu memberikan maaf pada kesalahan orang lain, kecuali memaafkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Begitu dikatakan adik kandung Gus Dur, Lily Chodidjah Wahid dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (5/3).

"Gus Dur tidak pernah tidak memaafkan orang, tapi sampai hari ini Gus Dur tidak pernah memaafkan Muhaimin," ujar Lily Wahid.

Bukan tanpa alasan, maaf itu tidak pernah didapat karena Cak Imin melakukan manuver dan mendepak Gus Dur dari posisi Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dikatakan Lily Wahid, bukan saja tidak memaafkan, tetapi Gus Dur sampai akhir hayatnya tidak pernah mau bertemu dengan Cak Imin yang juga keponakannya. "Muhaimin mau ketemu saja, Gus Dur nggak mau, di situ bisa kelihatan perasaan Gus Dur kepada Muhaimin," tuturnya.

Bahkan, dalam pandangan Lily, Cak Imin adalah orang yang bertanggung jawab dari perubahan perilaku yang menyebabkan hilangnya marwah kiai.

"Saya sih tetep menganggap Imin itu banyak merusak marwahnya kiai, yang ngajarin kiai berhitung matematik ya itu Imin," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww