Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Hutan Bersertifikat

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Hutan Bersertifikat
Ilustrasi produk hutan. (foto: dok. ist./kemenprin)
Minggu, 20 Maret 2022 17:02 WIB
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University Prof Herry Purnomo saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (20/3/2022) mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk kehutanan yang bersertifikat guna memastikan produk berasal dari praktik yang lestari.

"Karena produk kehutanan mengikuti pembeli, kalau pembeli ingin bersertifikat, yang mengelola hutan itu akan mencoba sertifikasi seluruh produknya," kata Herry dikutip dari Antara.

Dengan cara itu, maka pelestarian hutan berkelanjutan bisa tercapai.

Terkait hal ini, Peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR) itu memberi contoh beberapa sertifikat produk berkelanjutan, seperti Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SVLK yang dikeluarkan pemerintah, ekolabel dan sertifikat internasional Forest Stewardship Council.

Masyarakat, kata Herry, dapat berkontribusi dengan menggunakan produk-produk bersertifikat seperti mebel dan kertas.

Dengan adanya keinginan masyarakat untuk produk kehutanan yang bersertifikat, pengusaha atau pengelola hutan akan melakukan sertifikasi dan mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan hutan lestari.

"Kita (konsumen, red) harus mulai memilih, mulai dari kertas atau mebel kalau bisa bersertifikat," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Ekonomi, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww