Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  MPR RI

Atasi Learning Loss, Diperlukan Langkah Strategis di Sektor Pendidikan

Atasi Learning Loss, Diperlukan Langkah Strategis di Sektor Pendidikan
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Selasa, 22 Maret 2022 18:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Learning loss harus segera diatasi lewat kebijakan yang mampu menggerakkan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam melaksanakan pola pendidikan yang adaptif pascapandemi. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/3/2022).

"Learning loss yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 harus diatasi secara sistematis lewat kebijakan yang mampu menggerakkan para pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan masyarakat," katanya.

Disrupsi di sektor pendidikan sepanjang pandemi, menurut Lestari, membuat bangsa kita mengalami learning loss akibat masyarakat dan para tenaga pendidik serta peserta didik kesulitan beradaptasi dengan pola pendidikan yang diterapkan.

Secara umum learning loss sering diartikan sebagai kemunduran secara akademis dari para peserta didik terkait dengan kesenjangan yang berkepanjangan atau proses pendidikan yang berlangsung secara tidak baik.

Pada September 2021, Bank Dunia (World Bank) mengungkap hasil temuan yang menyebut bahwa siswa Indonesia kehilangan 0,9 tahun atau sekitar 10 bulan masa pembelajaran di sekolah akibat pandemi Covid-19 sejak awal 2020 lalu.

"Perubahan drastis dari pola pendidikan tatap muka menjadi pola pendidikan daring yang menuntut kemandirian peserta didik dan orang tua murid masih banyak menghadapi kendala dalam pelaksanaannya," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Learning loss semakin parah, tegas anggota Komis X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, akibat ketimpangan digital di Indonesia yang berdampak pada pendidikan.

Langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan para peserta didik di setiap tingkatan, tambah Rerie, harus segera dilakukan lewat kebijakan yang mampu menggerakkan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mengatasi sejumlah kendala itu.

"Para pemangku kepentingan harus mampu mewujudkan kesiapan para tenaga pengajar, peserta didik dan orang tua murid dalam melaksanakan pola pendidikan yang baru," urainya.

Rerie, yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mendorong semua pihak untuk segera mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif agar bangsa Indonesia dapat segera mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan akibat learning loss yang dialami sepanjang pandemi.***

wwwwww