Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

BAKN DPR RI Singgung Ketidakmampuan Pemerintah Kendalikan Harga-Harga

BAKN DPR RI Singgung Ketidakmampuan Pemerintah Kendalikan Harga-Harga
Ilustrasi kenaikan harga-harga. (gambar: ist.)
Sabtu, 09 April 2022 20:15 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua BAKN DPR RI Anis Byarwati dalam pernyataan tertulis kepada wartawan, Sabtu (9/4/2022) menyebut, ketidakmampuan pemerintah mengendalikan harga-harga akan membebani rakyat.

"Kenaikan harga kebutuhan pokok awal tahun ini tidak wajar," kata Anis sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Ketidakwajaran itu, menurut Anis, karena kenaikan harga terjadi 30 hari sebelum Ramadan. Padahal, harga berbagai komoditas daging ayam, bawang putih, cabai, gula, minyak goreng, daging sapi, telur dan tepung terigu biasanya naik saat Ramadan.

Terkait kenaikan harga-harga ini, sebelumnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022) lalu mengungkapkan, situasi ekonomi saat ini bukanlah situasi yang mudah. Meski pemerintah sudah berupaya menahan agar harga-harga tak naik, tapi kenaikan tak terhindarkan.

"Sudah kita tahan-tahan agar tidak terjadi kenaikan tetapi saya kira situasi memang tidak memungkinkan. Nggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM, gak mungkin," kata Jokowi sembari menyinggung kenaikan harga Pertamax yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tak hanya energi, kenaikan juga terjadi di sektor pangan. Karenanya, presiden meminta agar jajarannya memiliki kesadaran dan kewaspadaan tinggi atas situasi ekonomi saat ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww