Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

Rerie NasDem Dorong Kolaborasi Pelaku Pariwisata

Rerie NasDem Dorong Kolaborasi Pelaku Pariwisata
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi NasDem Lestari Moerdijat alias Rerie dalam workshop pariwisata di Borobudur, Jawa Tengah, Jumat, 15 April 2022. (foto: ist./mpr)
Jum'at, 15 April 2022 22:23 WIB
MAGELANG - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat alias Rerie dalam satu workshop di Balkondes, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (15/4/2022) menyatakan, kolaborasi antara pelaku industri pariwisata harus diperkuat untuk semaksimal mungkin memanfaatkan peluang di masa liburan.

"Pelaku pariwisata yang memiliki jaringan internasional harus berkolaborasi dengan pengelola wisata lokal yang dikembangkan masyarakat seperti di kawasan Borobudur ini, agar sektor pariwisata segera bangkit," kata Rerie sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Hadir pada kesempatan itu Ketua Indonesian Hotel General Manager Assosiation (IHGMA) DPD Jawa Tengah Sugeng Handoko, CEO Office Representative-Plataran Indonesia Anasthasia Sri Handayani, pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang serta masyarakat dan pelaku usaha wisata di seputar Borobudur, Jawa Tengah.

Menurut Lestari, sejumlah kebijakan pemulihan sektor kesehatan sudah dilakukan pascapandemi dan sejumlah langkah perbaikan kebijakan di sektor pariwisata juga telah dilakukan oleh pemerintah.

Kebijakan diperbolehkan kembali masyarakat untuk mudik pada libur Idul Fitri dan dibukanya kembali pintu untuk wisatawan mancanegara tahun ini, tambahnya, juga merupakan peluang.

Rerie berharap, peluang yang ada saat ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan para pelaku usaha pariwisata.

Karena dampak pandemi pada pariwisata di kawasan Borobudur saja, jelas Rerie, sangat memprihatinkan. Dari biasanya dikunjungi 3,8 juta wisatawan per tahun, menjadi hanya 400 ribu wisatawan per tahun.

Kondisi serupa juga terjadi pada skala nasional, Kemenparekraf mencatat jumlah wisman pada 2019 adalah 16,1 juta jiwa sementara pada 2020 adalah 4,05 juta jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 74,8%.

Diakui Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, sejumlah kawasan di Asia Pasifik saat ini sudah mulai bergeliat kembali sektor pariwisatanya pascapandemi.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDemi itu berharap para pelaku pariwisata bisa belajar dari negara-negara Asia Pasifik, bagaimana mereka mampu bangkit dari dampak pandemi.

Menurut Rerie, peningkatan ketrampilan dan kolaborasi antar para pelaku pariwisata di tanah air sangat diperlukan untuk menjemput peluang kebangkitan sektor pariwisata nasional.

Khusus di kawasan Borobudur, Rerie berharap, para pemangku kepentingan dan masyarakat bisa memanfaatkan masa liburan Lebaran untuk berdagang, menjajakan produk yang dimiliki seperti sejumlah penginapan di Balkondes dan homestay yang dikelola masyarakat.

Rerie yakin dengan kolaborasi yang baik dari semua pihak sejumlah target yang dicanangkan sektor pariwisata nasional bisa tercapai. "Karena setiap selesai puasa, pasti Lebaran," ujar Rere dengan nada optimistis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, MPR RI, Jawa Tengah
wwwwww