Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Cak Imin Gaduh dengan PBNU, Pengamat: Suara PKB Berpotensi Tergerus di 2024

Cak Imin Gaduh dengan PBNU, Pengamat: Suara PKB Berpotensi Tergerus di 2024
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Foto: Istimewa)
Kamis, 05 Mei 2022 18:40 WIB
JAKARTA - Hubungan PKB dan PBNU kembali menghangat belakangan ini. Hal itu bermula ketika Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan PKB memiliki sekitar 13 juta pendukung solid.

Menurutnya, belasan juta pendukung itu tidak terpengaruh siapa pun, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai pernyataan Imin adalah bentuk kepongahan. Imin, kata dia, tidak bisa menampik bahwa lumbung suara terbesar PKB adalah warga NU.

Sehingga, perseteruan Cak Imin dengan PKB berpotensi menggerus suara PKB di Pemilu 2024. Suara Warga Nahdliyin berpotensi beralih ke PPP. "Memang setelah pengurus baru PBNU, kelihatan tidak harmonis hubungan dengan PKB, padahal kita tahu basis kuat PKB itu kan massa NU," kata Jamiluddin, Kamis (5/5/2022).

"Menurut saya klaim Muhaimin Iskandar kepongahan semata."

Ia khawatir suara PKB akan merosot pada Pemilu mendatang jika Imin tetap pongah dan berkonflik dengan pengurus PBNU. Apalagi, kata dia, warga NU memiliki budaya kepatuhan terhadap kiai.

"Kita tahu budaya NU ini sangat kuat menunggu titah kiai, karena itu kalau nanti pengurus PBNU termasuk ketuanya mengatakan sesuatu yang ekstrem, itu tidak menguntungkan kepada PKB, ini sangat berbahaya bagi PKB," kata dia.

Jika hal itu terjadi, kata dia, tentu akan menjadi angin segar bagi partai lainnya, khususnya PPP. Ia menyatakan selama ini dua partai itu saling berebut suara dari kalangan nahdliyin.

Pemilih muda Nahdliyin, kata dia, cenderung memilih PKB sementara warga NU yang berusia lanjut, cenderung memilih PPP. "Kalau Muhaimin terlalu banyak konflik dengan NU, saya khawatir suara anak muda NU akan menyebrang ke partai lain terutama ke PPP," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww