Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gegara Ini, Pengamat Ungkap Cak Imin Bakal Sulit Nyapres di 2024

Gegara Ini, Pengamat Ungkap Cak Imin Bakal Sulit Nyapres di 2024
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 06 Mei 2022 20:50 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dianggap telah melakukan kesalahan fatal dengan mewacanakan penundaan Pemilu juga dengan dalih menyelamatkan wakil presiden Ma’ruf Amin.

Analis politik Jamiluddin Ritonga berpendapat, wacana tersebut menjadi boomerang bagi Cak Imin. Analisa Jamiludin, manuver Cak Imin akan semakin rendah elektabilitasnya.

Menurut Jamiludin, menurunnya elektabilitas itu tidak hanya menimpa ke Cak Imin melainkan juga PKB. Imbasnya, akan memenyulitkan Cak Imin untuk maju menjadi Capres. "Ironisnya, kesalahan fatal Cak Imin berimbas pada partai yang dipimpinnya. Hasil survei terakhir, elektabilitas partai yang mewacanakan penundaan Pemilu semuanya turun," ucap Jamiluddin, Jumat (6/5).

Dalam pandangan Jamiludin, PKB sudah merasakan dampak dari disfungsionalnya Cak Imin sebagai ketua umum. Dampak tersebut diperkirakan akan makin besar karena Cak Imin yang paling menggebu-gebu mewacanakan penundaan Pemilu. "Bagi PKB, diperkirakan akan berpengaruh pada menurunnya suara pada Pileg 2024. Perolehan kursi PKB di DPR dengan sendirinya juga akan berkurang,” ucaprnya.

Jamiluddin berpandangan, PKB perlu mengambil hikmah dan pelajaran yang telah melontarkan wacana penundaan Pemilu yang berdampak negatif bagi partai. "Kasus tersebut setidaknya menjadi pelajaran bagi semua ketua umum partai politik agar tidak melawan kehendak rakyat. Suara rakyat tak akan pernah kalah melawan suara elite dan para oligarki,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww