Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Sultan: Umat Islam Indonesia Harus Moderat Agar Menjadi Faktor Determinan

Sultan: Umat Islam Indonesia Harus Moderat Agar Menjadi Faktor Determinan
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin saat bertemu Imam Syamsi Ali asal New York Amerika serikat di kediamannya pada Senin (27/06/2022). (Foto: Humas DPD)
Selasa, 28 Juni 2022 13:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta Umat Islam Indonesia untuk selalu memahami dan menjalankan ajaran Islam secara moderat atau Islam Washatiyah agar mampu menjadi faktor determinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan Sultan kepada awak media saat menyambut kunjungan Imam Syamsi Ali asal New York Amerika serikat di kediamannya pada Senin (27/06/2022). "Di tengah situasi politik nasional yang kian memanas, posisi dan peran Umat Islam Indonesia tentu akan sangat menentukan. Kita tentu sangat berharap bahwa sikap politik dan posisi Umat Islam Indonesia semakin berkembang dibandingkan dengan Pemilu yang lalu. Terutama pada isu politik identitas," ungkap Sultan kepada awak media.

Menurutnya, agar menjadi faktor determinan dalam politik kebangsaan, Umat Islam Indonesia harus belajar dari umat Islam di Amerika yang menjalankan syari'at Islam secara Washatiyah atas dasar ilmu pengetahuan. Sedikit secara jumlah, tetapi cukup menentukan kehidupan sosial politik di sana.

"Tentunya kondisi membutuhkan peran penting para pendakwah Islam yang moderat dan tidak arogan atau justru provokatif seperti Beliau Imam Syamsi Ali. Sehingga masyarakat modern yang rasional mampu mendapatkan pemahaman yang utuh tentang Islam yang sesungguhnya," tegasnya.

Oleh karena itu, kata Sultan, malam ini kami juga mengundang rekan-rekan media untuk men-deliver informasi penting tentang relasi Islam dan otoritas Amerika atau kehidupan komunitas Islam Amerika kepada masyarakat Indonesia. Bahwa hanya dengan prinsip Washatiyah, Islam mampu tumbuh dan berkembang, bahkan di negara yang paling liberal dan sekuler sekalipun.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Syamsi Ali mengungkapkan bahwa, untuk menjaga kohesivitas sosial masyarakat Indonesia yang plural, hubungan antar kelompok agama harus dibangun atas dasar kesadaran kolektif. Kelompok Mayoritas harus melindungi saudaranya yang minoritas, sementara minoritas harus menghormati kelompok mayoritas.

"Kelompok mayoritas wajib melindungi dan tidak semena-mena terhadap saudaranya yang minoritas. Tapi minoritas juga harus tau diri agar terjalin hubungan sosial bangsa yang harmonis," tegasnya.

Turut hadir dalam kesempatan dialog dan silaturahmi itu beberapa senator dari beberapa daerah dan Artis Senior Anwar Fuady.***

wwwwww