Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Kenali Dampak Paparan Cahaya saat Tidur pada Tubuh Anda

Kenali Dampak Paparan Cahaya saat Tidur pada Tubuh Anda
Ilustrasi tidur. (gambar: ist./holisticdentalcenternj)
Jum'at, 01 Juli 2022 14:52 WIB
JAKARTA - Studi terbaru menyebut, paparan cahaya saat tidur di malam hari berkaitan dengan kejadian obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes pada orang dewasa. Berdasar pada jurnal SLEEP yang dibaca di Jakarta, Jumat (01/07/2022), paparan cahaya tak hanya berasal dari lampu, tetapi juga bisa dari televisi, ponsel pintar atau polusi cahaya di kota besar.

"Penting bagi orang-orang untuk menghindari atau membatasi jumlah paparan cahaya saat tidur," jelas peneliti dari Northwestern Medicine Dr Phyllis Zee seperti dilansir News Medical, Kamis (30/6/2022).

Studi Northwestern Medicine ini dilakukan dengan melibatkan 552 partisipan berusia 63-84 tahun. Hanya kurang dari setengah partisipan yang terbiasa tidur dalam kondisi gelap. Partisipan lainnya diketahui terpapar cahaya, meski di pertengahan waktu tidur mereka.

Dr Zee mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan cahaya saat tidur. Berikut ini adalah ketiga cara tersebut:

1. Tidak menyalakan lampu. Bila membutuhkan cahaya di kamar tidur, khususnya bagi lansia untuk alasan keamanan, coba letakkan sumber cahaya yang redup dekat dengan lantai.

2. Sesuaikan warna. Bila memang tak bisa benar-benar lepas dari cahaya lampu saat tidur, pilih lampu tidur yang memancarkan warna kekuningan, merah, atau oranye untuk mengurangi stimulasi pada otak. Hindari menggunakan lampu yang memancarkan cahaya putih atau biru. Upayakan pula untuk menempatkan sumber cahaya sejauh mungkin dari posisi tidur.

3. Pasang tirai penangkal cahaya atau gunakan masker penutup mata. Kedua hal ini bisa membantu bila sumber cahaya berasal dari tempat yang tak bisa dikontrol, misalnya paparan lampu dari luar jendela kamar tidur.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww