Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Penyebab Inflasi di Riau Dipicu Melonjaknya Harga Cabai Merah hingga Tiket Pesawat

Penyebab Inflasi di Riau Dipicu Melonjaknya Harga Cabai Merah hingga Tiket Pesawat
Ilustrasi pedagang cabai. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 02 Juli 2022 12:59 WIB

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menyatakan inflasi sebesar 1,86 persen pada Juni 2022 yang dipicu oleh kenaikan harga cabai merah.

Selain cabai merah, Kepala BPS Riau Misfaruddin menyatakan bahwa ada beberapa komoditas sebagai penyebab inflasi di provinsi tersebut. "Selain cabai merah, komoditas yang memberikan andil peningkatan harga pada Juni 2022 juga bawang merah, telur ayam ras, cabai rawit, ikan serai, angkutan udara, cabai hijau, dan tarif rumah sakit," kata Misfaruddin dikutip dari Antara, Jumat (1/7/2022).

Ia mengatakan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,28 persen.

Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 0,83 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,60 persen, kelompok transportasi sebesar 0,50 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,46 persen.

Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen.

"Inflasi di Riau sebesar 1,86 persen itu diikuti pula dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,44. Inflasi Tahun Kalender Januari-Juni 2022 sebesar 5,30 persen dan inflasi tahun ke tahun Juni 2021-Juni 2022 sebesar 6,46 persen," ujar dia.

Dari tiga kota IHK di Riau, semua kota mengalami inflasi yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 2,00 persen, Dumai sebesar 1,56 persen dan Tembilahan sebesar 0,79 persen.

Di sisi lain, terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen, dengan komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain daging ayam ras, ayam hidup, bawang putih, dan lainnya.

Sedangkan, kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya. Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, tercatat 22 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72 persen, diikuti oleh Pekanbaru sebesar 2,00 persen dan Dumai sebesar 1,56 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,45 persen.

Sementara itu, deflasi terjadi di dua kota, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 0,22 persen diikuti Kota Tanjung Pandan sebesar 0,03 persen.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Riau
wwwwww