Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Malaysia Masters 2022

Singkirkan Pasangan Muda China, The Daddies Kembali ke Laga Puncak

Singkirkan Pasangan Muda China, The Daddies Kembali ke Laga Puncak
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Humas PP PBSI)
Sabtu, 09 Juli 2022 21:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUALA LUMPUR - Setelah terakhir kali menembus babak final pada ajang All England 2022 Maret lalu, ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali ke laga puncak setelah meraih kemenangan di semifinal Turnamen Bulutangkis Malaysia Masters 2022.

Berlaga di Axiata Arena Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (9/7/2022), The Daddies sukses menumbangkan pasangan muda China, Liang Wei Kang/Wang Chang dua gim langsung, 21-19, 21-14 dalam tempo 37 menit.

Liang/Wang yang merangkak dari babak kualifikasi lolos ke babak semifinal setelah membuat kejutan besar dengan mengalahkan pasangan unggulan kedua asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

"Syukur alhamdulillah bisa melewati partai semifinal ini, dengan tidak mudah, tapi kita bersyukur bisa menang. Lawan mereka kan pemain muda, cukup kuat terutama di powernya. Kita mengantisipasi itu tadi," ujar Ahsan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, tempat berlangsungnya pertandingan.

"Hari ini kita mencoba menyerang mereka lebih dahulu. Bola di sini lumayan cepat, jadi kita harus inisiatif untuk ambil serangan. Di gim kedua saat tertinggal di interval, kita coba mengubah tempo permainan lebih cepat," sambung Hendra.

Ahsan/Hendra yang sekarang menempati rangking tiga dunia mengatakan bahwa pasangan China ini mempunyai prospek yang bagus ke depan.

"Wang Chang pemain yang cepat, dia pintar menutup-nutup bolanya. Ke depan mungkin mereka bisa berbahaya kalau mainnya sudah lebih safe," sahut Hendra.

"Pasangan China ini mempunyai karakter yang bagus dan mereka punya serangan yang baik, kita cukup kewalahan juga. Jadi memang tadi kita coba adu di bola-bola pendek dan pelannya," kata Ahsan.

Disinggung mengenai laga final, The Daddies mengaku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mendapatkan gelar pertamanya tahun ini.

"Untuk besok kita akan recovery dulu. Memang lelah tapi coba tidak memikirkan hal itu, bermain saja dan mencoba memberikan yang terbaik," ucap Ahsan.

Pemenang antara rekan senegara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) akan menjadi lawan Ahsan/Hendra di final. ***

wwwwww