Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Kemiskinan Turun Paling Banyak di Jateng

Kemiskinan Turun Paling Banyak di Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam suatu kesempatan. (foto: ist./dok pemprov jateng)
Minggu, 17 Juli 2022 16:58 WIB
JAKARTA - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan kepada wartawan kemarin, masyarakat di Jawa Tengah patut bersyukur karena kemisinan di daerah itu mencatatkan angka penurunan. Bahkan menjadi provinsi dengan penururan tingkat kemiskinan paling tinggi.

"Ada 25 provinsi mengalami penurunan. Jateng penurunan angka kemiskinan tertinggi, sekitar 102 ribu. Sudah diumumkan, ini artinya kita orang Jateng patut bersyukur, dan perlu giat lagi di era setelah pandemi," kata Taj Yasin yang juga merupakan Ketua Tim Koordinator Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jateng, sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari suara, Minggu (17/7/2022).

Baca Juga: DPR Dorong Sinergitas Penanganan Kemiskinan 

Baca Juga: Sejumlah Siswa Miskin Terancam Putus Sekolah, DKR Kritisi Ridwan Kamil 

Rahasianya, Jawa Tengah telah menggulirkan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, bantuan kepada keluarga miskin dan pemasangan listrik gratis. Kesemuanya itu, dikelola ke dalam satu program unggulan, yakni Satu OPD Satu Desa Dampingan.

Selain itu, kata Yasin, "Ada bedah rumah yang dilakukan oleh CSR, bahkan Baznas juga melakukan itu, memberikan insentif kepada masyarakat miskin, ada jambanisasi, pembuatan jalan, kita sinkronisasikan dengan program desa dampingan," papar dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww