Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

15 Hotel Siap Digunakan Kontingen Merah Putih

15 Hotel Siap Digunakan Kontingen Merah Putih
Bendera peserta ASEAN Para Games 2022 Solo sudah terpasang di hotel. (dok.npcindonesia)
Rabu, 27 Juli 2022 22:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Sebanyak 15 hotel siap digunakan sebagai tempat menginap seluruh kontingen Merah Putih yang akan bersaing pada ASEAN  Para Games 2022 Solo. Hotel-hotel tersebut berada di wilayah Solo dan Semarang yang merupakan tempat penyelenggaraan APG sepanjang 30 Juli - 6 Agustus 2022.

‘’Hotel tempat menginap tersebut dipilah bukan berdasarkan kontingen, namun berdasarkan cabang olahraga yang diikuti para atlet,’’ kata anggota Bidang Akomodasi Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (Inaspoc), Surya Wardhana, Rabu (27/7/2022).

Terdapat 11 negara peserta yang akan mengikuti perburuan medali pada pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara itu. Mereka akan bersaing pada 14 cabang olahraga.

Cabang para atletik menempati hotel terbanyak yakni tiga hotel di Solo, karena jumlah atlet dan ofisial cabor tersebut memang paling banyak.‘’Jumlah atlet dan ofisial atletik dari seluruh kontingen peserta mencapai 396 orang,’’ jelasnya.

Ketiga hotel untuk cabang atletik adalah Hotel Aston, Hotel Harris dan Swiss Bel Saripetojo. Sementara atlet dan ofisial cabor para archery (panahan) menempati Hotel Megaland, boccia di Hotel Alana, para bulutangkis di Hotel Lorin dan para catur di Hotel Lorin Dwangsa.

Selanjutnya atlet dan ofisial sepak bola celebral palsy (CP) menghuni Hotel Novotel, para tenis meja di Hotel Sunan, basket kursi roda di Hotel Kusuma Sahid Prince, goalball di Hotel Sahid Jaya, blind judo di Hotel Gran HAP dan voli duduk di Hotel Royal Heritage.

‘’Hotel Solo Paragon digunakan untuk menginap dua cabor, yakni para angkat berat dan tenis kursi roda,’’ tutur Surya.

Selain di wilayah Solo, ada satu cabor yang diinapkan di Semarang, mengingat venue para renang dilombakan di Kolam Renang Jatidiri Semarang.

Menurut Surya, atlet dan ofisial cabor para renang diinapkan di Hotel Harris sedangkan perangkat perlombaannya menempati Hotel Arus, di Kota Lumpia.

‘’Seluruh atlet dan ofisial dari seluruh negara peserta, sudah masuk ke hotel sesuai cabornya, sejak kedatangan mereka di Solo, Selasa (26/7), termasuk kontingen Brunei Darussalam yang baru datang hari ini (Rabu, 27/7),’’ jelas dia.

Pemilahan hotel atlet dan ofisial sesuai cabor, menurut Ketua Pelaksana Inaspoc Gibran Rakabuming Raka, atas pertimbangan sistem bubble yang diterapkan dalam kaitan protokol antisipasi Covid-19.

‘’Jadi per hotel, per cabor, sehingga mitigasi terhadap Covid-19 dapat lebih gampang. Jadi dengan segala konsekwensinya, acara akan tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat,’’ jelasnya.

Menurut Wali Kota Surakarta itu, para peserta berdatangan pada 26 Juli 2022 langsung menjalani swab saat akreditasi. ‘’Tidak ada karantina (bagi kontingen). Nek swab-e aman yo langsung saja. Kita juga sudah siapkan tempat khusus, karantina (kalau ada yang positif Covid-19). Protokole meh podo karo G20 itu lah. Kita sudah koordinasi dengan Kemenkes juga,’’ tandas Gibran. (dok/npcindonesia). ***

wwwwww