Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kinerja Pj Kepala Daerah Dinilai Bisa Pengaruhi Pilkada 2024

Kinerja Pj Kepala Daerah Dinilai Bisa Pengaruhi Pilkada 2024
Mendagri Tito Karnavian (kiri) dalam pelantikan Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh di ruang rapat paripurna DPRA, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 6 Juli 2022. (foto: ist./dok.antara)
Senin, 01 Agustus 2022 10:01 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti dalam suatu diskusi daring, kemarin, menyatakan, penunjukan pejabat kepala daerah akan menguntungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika mantan kepala daerah Kota Solo itu punya hajat politik terselubung di Pemilu 2024.

"Ini tergantung presiden nanti, dia punya kecenderungan politik tertentu atau betul-betul mau besikap independen," ujar Ray sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari Republika, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Sulbar Diguncang Gempa, Pj Gubernur: Tenang! Gempa Tak Lukai Orang 

Baca Juga: Lantik Pj Pilihan Mendagri, Edy Rahmayadi: Kalau Mereka Tak Mampu Memimpin, Saya yang Pertama Komplain 

Dalam diskusi yang sama, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai, penunjukan penjabat dikhawatirkan memunculkan potensi terjadi pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung. Potensi itu bisa terjadi ketika penjabat yang ditunjuk pemerintah menjalankan pekerjaannya dengan sangat baik lalu muncul anggapan publik agar tidak repot Pilkada lima tahun dan kepala daerah dipilih oleh DPRD saja.

"Ini tentu jebakan yang akan sulit sekali dibantah ketika kemudian hasil penunjukan penjabat kepala daerah ini memang akan mengubah melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang justru bisa membawa begitu banyak perubahan," kata Lucius.***

wwwwww