Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
ASEAN Para Games 2022 Solo

Pelatih Indonesia Optimistis Atlet Boccia Raih Emas di Laga Terakhir

Pelatih Indonesia Optimistis Atlet Boccia Raih Emas di Laga Terakhir
Atlet Boccia Indonesia saat bertanding di ASEAN Para Games 2022 Solo. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 03 Agustus 2022 15:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Pelatih Kepala Boccia Indonesia, Muhammad Bram Riyadi optimistis para atlet Boccia Indonesia bisa meraih medali emas di ajang ASEAN Para Games 2022 Solo. Dirinya yakin pertandingan ketiga dan laga terakhir akan bisa dimaksimalkan anak asuhnya.

“Kita tetap berusaha di pertandingan ketiga ini. Hari ini di pertandingan pertama anak-anak mampu bermain optimal dan bisa meraih kemenangan,” jelas Pelatih Kepala Boccia Indonesia, Muhammad Bram Riyadi di Hall FKOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (2/8/2022).

Ia berharap di pertandingan ketiga dan terakhir bisa bermain optimal dan meraih podium. Atlet Indonesia masih harus berjuang besok untuk menentukan siapa yang berhak naik ke podium juara.“Untuk target, kita terus mencoba dan berusaha terus untuk mendapat target 1 medali emas,” jelasnya lagi.

Pada pertandingan hari ketiga hari ini, sejumlah atlet Indonesia meraih kemenangan. Atlet Indonesia Muhamad Afrizal Syafa berhasil mengalahkan Leon Joey De dari Filipina di kelas BC1 dengan skor 8-0.

Atlet Indonesia lainnya, Handayani yang turun di kelas BC1 individual putri menang atas Touny Onemouy dengan skor 12-0. Faris Sugiarta mengalahkan atlet Kamboja, Pich Karay di kelas Individual pria BC4 dengan skor 10-4.

Kemenangan juga diraih Fendy Kurnia Pamungkas atas atlet Filipina, Ramon Reyemmanuel Apilado dengan skor 4-2 dikelas individual pria BC4.

Atlet Felix Ardi Yudha juga menang atas atlet Malaysia, Mohammad Syafiq Bin Mohd Noh di kelas individual pria BC2 dengan skor 5-3.

Sedangkan Muhammad Bintang Satria Herlangga yang turun di kelas individual pria BC2 kalah dari atlet Thailand, Watcharaphon Vongsa dengan skor 2-8.

Atlet boccia putri Suci Kirana juga harus mengakui keunggulan atlet Singapura Toh Sze Ning dengan skor 1-6 di kelas BC3.

Rexus Ohee menyerah pada atlet Singapura, Aloysius Gan Kai Hong dengan skor 1-8 di kelas individual pria BC3. Yulia Widya Pangestika kalah dari atlet Thailand Juthamat Rattana dengan skor 3-5 di kelas individual wanita BC3.

Atlet unggulan Indonesia Gischa Zayana menang atas Keat Channy dari Kamboja dengan skot 10-0 di kelas individual wanita BC2.

Febriyanti Vani Rahmadhani yang turun di kelas individual wanita BC2 kalah dari atlet Kamboja Sorn Sas dengan skor 3-4.

Wening Prabawati menaklukkan atlet Tlailand, Chalisa Khiawjantra 4-3 di kelas BC4. Sedangkan Muhamad Afrizal Syafa menang 10-3 atas atlet Singapura Neo Kah di kelas individual pria BC1. ***

wwwwww