Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic
ASEAN Para Games 2022 Solo

Sempat Takut dan Menangis, Elvin Sukses Raih Emas

Sempat Takut dan Menangis, Elvin Sukses Raih Emas
Sprinter Elvin Elhudia Sesa. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 03 Agustus 2022 16:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Cabang olahraga para atletik terus menyumbangkan medali untuk Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2022 Solo. Di nomor 400 M Putri T20, sprinter Elvin Elhudia Sesa berhasil merebut medali emas yang diikuti Tiwi meraih medali perak di Stadion Manahan, Solo, Rabu (3/8/2022) pagi.

Ia mengisahkan perjuangannya yang luar biasa, diawali rasa takut hingga menangis. Namun dengan adanya motivasi dari orang-orang terdekatnya, semangat bangkit dan menjadi juara diluar dugaan."Ini untuk membanggakan Indonesia, mengibarkan bendera Merah Putih, maka harus semangat," kata Elvin

"Aku tadi teriak-teriak, iya karena takut, karena lihat lawannya itu aduh bagaimana ya kalau duluan gitu. Tapi setelah lari sudah lega, tenaganya sudah pulih karena mendapatkan hasil yang maksimal," ceritanya.

"Ini bukan target, karena target perunggu, ini tidak nyangka juga dapat emas. Motivasi dari pelatih terus dari orang terdekat sahabat, pengurus dari Ambon, dan dukungan keluarga, meski ada cedera radang kaki terus semangat dan menyebabkan keberhasilan," tambahnya.

Sementara bagi Tiwa medali perak tetaplah membanggakan bagi dirinya, karena memang di 400M bukan menjadi prioritas, karena ia mengakui tidak kuat di sprint. Ia justru di hari sebelumnya meraih emas di nomor 1.500M.

"400M bukan nomor saya, saya tidak di sprint, jadi tetap bangga dapat mengiringi Elvin, semua kami persembahkan untuk Indonesia," ucap Tiwa. ***

wwwwww