Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Di Kongres Perempuan Indonesia, Siti Fadilah Serukan Kembali Ke UUD 1945

Di Kongres Perempuan Indonesia, Siti Fadilah Serukan Kembali Ke UUD 1945
Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari dalam Kongres Perempuan Indonesia di Jakarta Rabu (7/9/2022). (gambar: ist. for gonewsco)
Rabu, 07 September 2022 11:51 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari dalam Kongres Perempuan Indonesia di Jakarta, Rabu (7/9/2022), menyatakan, UUD 1945 yang merupakan garda cita-cita kemerdekaan telah terkoyak-koyak hancur tak bersisa. Ia menyerukan agar bangsa ini kembali ke UUD 1945.

"Kita yang berkumpul disini menyatukan pemikiran, menyatukan mindset, menyamakan derap langkah kedepan dan menyatukan tujuan memperbaiki kondisi bangsa ini agar kembali ke rel menggapai visi misi kemerdekaan kita yang saat ini nyaris hilang. Saatnya bangsa ini kembali ke UUD'45 yang asli," kata Siti fadilah Supari sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Baca Juga: Badan Pengkajian MPR RI Sepakat UUD Tak Perlu Diamandemen, PKS Nyatakan Apresiasi 

Baca Juga: MPR Bisa Amandemen UUD 1945 Tunda Pemilu, Tapi... 

"Ayo jangan ragu lagi, perempuan adalah kekuatan yang dahsyat bila kita bergabung dalam barisan, satu tujuan," tegasnya.

Sebelumnya, Siti Fadilah menyatakan bahwa perempuan Indonesia sebenarnya memiliki chemistry yang sama dalam mencintai negeri ini.

Baca Juga: BP MPR RI Bantah Paksakan Amandemen UUD 1945 

Baca Juga: Golkar MPR Pilih Hati-Hati soal Amandemen Terbatas UUD 1945 

"Kita berasal dari seluruh daerah di negeri ini meluangkan waktunya, untuk menyatukan pemikiran dan tekad untuk bersama-sama berjuang memperbaiki nasib bangsa ini kedepan. Karena masa depan negeri ini adalah milik anak cucu yang kita lahirkan dari rahim kita semua," jelasnya.

Saat ini menurut Siti Fadilah perempuan Indonesia memiliki kekuatiran dan keprihatinan yang sama"

Baca Juga: Kata Wakil Ketua MPR mengenai Amandemen UUD 1945 

Baca Juga: Jaga Kesesuaian UU dengan Pancasila UUD 1945, Bamsoet Lanjutkan 'Legislative Review' 

Kita semua sangat prihatin dengan kondisi dan situasi di negeri kita saat ini. Meskipun kita sudah merdeka 77 tahun tetapi masih banyak anak anak yang tidak mendapatkan haknya dalam pendidikan maupun dibidang kesehatan," paparnya.

Menurut Siti Fadilah, masih banyak ibu-ibu yang terpaksa meninggalkan anaknya karena negara tidak mampu memberikan kesejahteraan pada mereka.

Baca Juga: Penuhi Undangan LIPI soal Bikameral, Fadel Ungkap Keraguan soal Keberanian Jokowi Amandemen UUD NRI 

Baca Juga: 'Study Tour' STIA Puangrimaggalatung ke MPR Diisi Pemahaman Kelembagaan MPR dan UUD 

"Kita seperti dalam perahu besar di tengah samodra terombang-ambing badai ketidakpastian mau kemana kah kita? Kapan kita sampai tujuan? Kita tidak bisa bertanya kepada nakodanya. Yang kami tahu pasti adalah ketidakpastian arah dan tujuan," ujarnya.

"Wahai perempuan Indonesia, kita adalah ibu kandung peradaban. Kita semua mencintai keluarga kita, anak maupun suami kita dan kita semua pasti mengharapkan anak cucu kita merdeka, sejahtera dimasa depan di negara RI yang tercinta," tegasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww