Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Sentil Erick Thohir, PKS: Mau Nyapres Kok Gak Paham Persoalan BBM

Sentil Erick Thohir, PKS: Mau Nyapres Kok Gak Paham Persoalan BBM
Menteri BUMN Erick Thohir (ET). (Foto: Istimewa)
Sabtu, 10 September 2022 16:15 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, minta Menteri BUMN, Erick Thohir jangan asal bicara soal BBM. Menurutnya, pernyataan Erick tentang harga Pertalite dan solar tidak dapat turun meskipun harga minyak dunia lebih murah sangat membingungkan masyarakat.

"Kalau serius mau nyapres, Menteri BUMN Erick Thohir (ET) harus sungguh-sungguh memahami persoalan BBM bersubsidi. Jangan asal bicara yang bikin masyarakat marah. Kalau gayanya seperti itu, apa ada masyarakat yang akan memilih," tanya Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, Sabtu (10/9/2022).

Diberitakan sebelumnya, Erick Thohir menyebut jika harga minyak mentah dunia turun maka hanya akan berdampak pada harga Pertamax saja. Sementara BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite, yang tidak mengikuti mekanisme pasar tidak ikut turun, meskipun harga minyak dunia turun. "Ini kan pandangan yang aneh bin ajaib dari seorang Menteri BUMN," singgung Mulyanto.

Menurut Mulyanto, yang lebih masuk akal adalah kalau harga minyak mentah dunia naik maka akan berdampak pada kenaikan harga Pertamax dan BBM non subsidi lainnya.

Namun untuk BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite, yang tidak mengikuti mekanisme pasar tidak harus naik. Apalagi kalau Pemerintah memihak rakyat dan melaksanakan efisiensi anggaran yang tidak penting dan mendesak serta tetap menjaga subsidi.

Ditambahkannya, sementara kalau harga minyak mentah dunia turun, maka akan berdampak tidak hanya pada penurunan harga Pertamax dan BBM non subsidi lainnya, tetapi juga BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite. Selama besaran anggaran subsidi Pemerintah dipertahankan tetap.

Menurut Mulyanto, kalau mau nyapres di 2024 mestinya Erick Thohir menunjukkan sikap pembelaannya kepada masyarakat dalam soal BBM ini. Ini kesempatan bagus untuk beliau. Bukan malah menampilkan sikap sebaliknya.

Sebelumnya diinformasikan, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan kepada media, jika harga minyak mentah dunia turun maka hanya akan berdampak pada harga Pertamax saja. Sementara BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite tidak mengikuti mekanisme pasar.

Menurut Erick Thohir, kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan mengikuti harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu juga akan mengikuti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi.

Erick menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter merupakan upaya pemerintah dalam mengalihkan subsidi agar lebih tepat sasaran. Sebab, meski berstatus BBM nonsubsidi, Pertamina tetap memberikan subsidi untuk Pertamax.

Lagipula, harga Pertamax sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian maupun harga yang ditawarkan kompetitor.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww