Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Basket

Biaya Hidup Naik, Prostitusi Meningkat di Inggris dan Korea

Biaya Hidup Naik, Prostitusi Meningkat di Inggris dan Korea
Ilustrasi masyarakat Korea Utara. (foto: ist./reuters)
Minggu, 25 September 2022 15:58 WIB
JAKARTA - Beratnya situasi ekonomi terasa di berbagai negara. Pemberitaan yang dibaca Minggu (25/9/2022) menyebut, perempuan di Inggris dan Korea bahkan rela menjadi PSK (pekerja seks komersil) untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Data terbaru English Collective of Prostitution menunjukkan perempuan Inggris yang memilih untuk menjadi PSK dilaporkan meningkat. Peningkatan ini didorong oleh krisis biaya hidup akibat inflasi yang mencapai 10% atau tertinggi dalam 40 tahun.

Sementara di Korea Utara pihak berwenang dikabarkan tengah berusaha keras untuk mencegah peningkatan pesat prostitusi di kota-kota besar negara itu yang disebabkan tekanan ekonomi yang kian kuat.

Kementerian Jaminan Sosial dan Liga Pemuda Patriotik Sosialis yang merupakan organisasi pemuda utama negara dibawah kendali langsung Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara, bergerak di kota-kota seperti Chongjin dan Hamhung untuk menghentikan perempuan muda dari menjual diri mereka sendiri.

"Tindakan keras dimulai ketika seorang pejabat pusat di Pyongyang mengajukan proposal setelah dia melihat beberapa wanita menawari pria di jalan untuk prostitusi di malam hari," kata sumber yang berbicara dengan syarat anonim untuk alasan keamanan, sebagaimana dikutip GoNEWS. co dari CNBC Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Basket, DKI Jakarta
wwwwww