Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Beladiri

Brigadir IR, Polwan yang Aniaya Riri Aprilia Ciut Nyali, Minta Korban Cabut Laporan

Brigadir IR, Polwan yang Aniaya Riri Aprilia Ciut Nyali, Minta Korban Cabut Laporan
Korban saat memperlihatkan bukti laporannya. (foto: Suaramerdeka)
Rabu, 28 September 2022 12:05 WIB

JAKARTA - Saat ini, kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokannya oknum polwan bersama ibunya, sudah dilaporkan Riri Aprilia Kartini (27) ke Polda Riau.

Bahkan polisi sudah memeriksa sedikitnya 6 saksi. Kasus penganiayaan yang dilakukan polwan ini pun viral di media sosial dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.

Takut akan ancaman hukumannya, Brigadir IR yang melakukan penganiayaan dan pengeroyokan bersama ibu dan rekannya terhadap pacar adiknya, pun ciut nyalinya.

Setelah kasusnya dilaporkan, Brigadir IR dan ibunya, yang juga ibu pacar korban, sempat meminta korban untuk mencabut laporannya. Mereka minta agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Mereka meminta saya dengan mudahnya untuk mencabut laporan saya dan diselesaikan secara kekeluargaan, apa kabar perasaan orangtua saya?" ujar korban di akun Instagram @ririapriliaaaaa.

"Saya tahu saya juga salah. Tapi apakah layak saya sampai dijambak, diseret, dicubit, dipukul sejadi-jadinya?" imbuh dia.

Riri menjadi korban amukan Brigadir IR dan ibunya, karena mereka tidak merestui hubungan Riri dengan adiknya. Riri dianggap tidak pantas mendapatkan adiknya.

Penganiayaan itu terjadi di rumah kontrakan korban di desa Kampung Melayu, Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau, 21 September 2022 lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah melakukan visum, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polda Riau, 23 September 2022. Dua hari kemudian, polisi memeriksa 6 saksi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Riau
wwwwww