Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Surya Paloh Harap PKS-Demokrat Bersatu dengan Nasdem Usung Anies Jadi Capres

Surya Paloh Harap PKS-Demokrat Bersatu dengan Nasdem Usung Anies Jadi Capres
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pengumuman deklarasi Capres 2024 di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). (Foto: KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA).
Senin, 03 Oktober 2022 13:27 WIB

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh berharap, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersatu dengan Nasdem untuk Pemilu 2024.

"Soal PKS dan Demokrat, dari apa yang saya pahami sebagai praktisi politisi, insya Allah semua menyatukan pikiran, semangat, tekad, bersama dengan Nasdem," ujar Paloh di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dipilih Nasdem menjadi calon presiden (capres) menyebut, dirinya baru akan berbicara perihal koalisi sesudah 16 Oktober 2022. Adapun Anies baru lepas jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022.

"Saya ingin sampaikan, kita menghormati proses di parpol. Setiap parpol memiliki mekanismennya. Kami komunikasi dengan semua. Dan kami hargai, hormati, masing-masing memiliki proses prosedur tradisi yang beda-beda," kata Anies.

"Tetapi yang selama ini berbicara, berdiskusi adalah partai-partai yang secara serius mengedepankan kepentingan negara," ujar dia.

Anies mengungkapkan, Nasdem hanya mau berbicara dengan pihak-pihak yang mengedepankan kepentingan negara. Sebelumnya, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengungkapkan sejumlah faktor mengapa Nasdem belum memutuskan rencana koalisi dengan PKS dan Demokrat. Salah satu faktor itu adalah belum adanya kesepakatan mengenai pasangan calon (paslon) yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Banyak faktor. Ada faktor capres, ada faktor cawapres, ada faktor platform, ada faktor momentum, ada banyak faktor ini kemudian terus dimatangkan," kata Willy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Willy lantas menuturkan, sejauh ini, rencana koalisi Nasdem-Demokrat-PKS masih 80 persen. Menurut dia, keputusan koalisi akan diumumkan oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Ia juga mengatakan, tema rencana koalisi yang diinginkan Nasdem adalah membangun platform perjuangan bersama tentang perubahan.

Platform itu akan menentukan langkah politik koalisi yang dibangun ke depannya. "Jadi ini suatu hal yang dinamika tapi di sisi lain komunikasi politik dengan yang lain juga terjadi," ujar Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww