Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
22 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Kriminal

Parlemen Indonesia: Tak Ada Negara yang Bisa Hadapi Gejolak Global Sendirian

Parlemen Indonesia: Tak Ada Negara yang Bisa Hadapi Gejolak Global Sendirian
Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan), Presiden RI Joko Widodo (kiri) saat berbincang bersama delegasi negara G20 dalam pembukaan P20 di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2022. (gambar: tangkapan layar siaran parlemen)
Kamis, 06 Oktober 2022 15:58 WIB
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani dalam gelaran The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022), berbicara mengenai pentingnya kerjasama global dalam menghadapi gejolak sosial-ekonomi dunia.

"Dalam menghadapi gejolak dan tantangan global kedepan, tidak ada satu negara yang mampu menghadapinya sendirian. Setiap negara membutuhkan kerjasama dengan negara lainnya," kata Puan sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Baca Juga: Puan Minta Seluruh Anggota DPR Hadiri P20 

Baca Juga: Kampanye Ramah Lingkungan, DPR Gunakan Mobil Listrik di P20 

Menurut Puan, saat ini dunia baru saja menghadapi pandemi Covid-19 dan setiap negara sedang menjalankan pemulihan sosial dan ekonomi dari dampak pandemi tersebut. kondisi perekonomian global saat ini menempatkan setiap negara berada dalam kerentanan yang tinggi ditandai dengan lonjakan inflasi, respons kebijakan moneter, perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, serta meluasnya stagflasi. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2023.

"Setiap negara memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam menghadapi resiko ancaman krisis. Melalui kerja bersama, kolaborasi, dan gotong royong antar negara, diharapkan dapat meningkatkan daya respons setiap negara untuk menanggulangi permasalahan global," ungkap Puan.

Baca Juga: Lomba Orasi Kritik RUU Narkotika Disebut sebagai Langkah Cerdas TvR Parlemen 

Baca Juga: Wujudkan Parlemen Modern, DPR Kuatkan Kolaborasi dengan Wartawan 

Sebagai informasi, gelaran P20 merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Gelaran ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi. Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara hadir dalam agenda tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww