Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

JK Minta Hubungannya dengan Anies Tak Selalu Dipandang Politis

JK Minta Hubungannya dengan Anies Tak Selalu Dipandang Politis
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) mengakui dirinya memiliki kedekatan dengan Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 29 Oktober 2022 12:58 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) mengakui dirinya memiliki kedekatan dengan Anies Baswedan. Meski begitu, dia meminta agar hubungannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak selalu dipandang politis.

"Dia kan mantan Gubernur DKI, teman lama. Jadi jangan selalu lihat politis, tapi liat sebagai nature-nya," kata JK saat ditemui di Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022).

JK ditanyai mengenai dukungan yang akan diberikan untuk Anies setelah dinyatakan sebagai calon presiden (capres) oleh Partai NasDem. Prinsipnya, JK mendukung calon pemimpin bangsa yang baik. "Manusia ini bukan hanya urusan politik, urusan ekonomi, urusan kita mendukung calon pemimpin yang baik," ujarnya.

Dia kemudian berbicara mengenai kriteria capres yang baik. Menurutnya, sosok capres mesti bisa membawa bangsa ini menuju kemakmuran dan adil. Capres juga, kata dia, mesti memiliki jiwa kepemimpinan kuat sekaligus tingkat intelektualnya tinggi.

"Karena itu pemimpin harus ada kriterianya. Pemimpin bangsa yang besar ini, 270 juta penduduk pertama leadershipnya harus kuat, punya kemampuan, punya pengalaman karena kalau tidak punya pengalaman tingkat kecerdasan kemampuan yang cukup baik. Tidak perlu terlalu pintar tapi tingkat intelektualnya baik," ucapnya.

JK juga menilai seorang pemimpin mesti mengantongi rekam jejak yang baik. Setelah kriteria itu ditetapkan, kata dia, barulah bisa memilih sosok yang pantas untuk Pilpres 2024 mendatang.

"Oleh kita tambah, tapi coba nanti kita ukur bagaimana Anies, bagaimana Prabowo, bagaimana Erick, Ganjar, bagaimana Puan, bagaimana, seberapa jauh syarat ini bisa dipenuhi," katanya.

Dia lantas mengajak masyarakat menakar kompetensi para capres saat ini. Sebagai contoh, penilaian masyarakat untuk Anies pasti akan berbeda dengan partai pengusungnya. "Kita cari pemimpin yang bisa bawa bangsa ini dan mari kita susun kriterianya baru pilih orangnya, jangan langsung orangnya, (tapi) kriterianya," ucapnya.

"Kenapa NasDem tunjuk Anies? mungkin NasDem berpikir kriterianya baik-baik, siapapun, tapi bagi masyarakat mari nilai secara objektif. Jangan dulu beropini anti ini, anti ini, jangan. Kriterianya mana, syaratnya apa," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww