Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kader Baru PDIP Diminta Turun ke Bawah Menyapa Pemilih Muda

Kader Baru PDIP Diminta Turun ke Bawah Menyapa Pemilih Muda
Rapat Kerja Nasional II PDI Perjuangan tahun 2021, di Sekolah Partai PDI Perjuangan. (Foto: Istimewa).
Minggu, 30 Oktober 2022 21:40 WIB

JAKARTA - Kader muda PDI Perjuangan (PDIP) Bane Raja Manalu, menyampaikan bahwa kader baru harus lebih gencar menyampaikan program dan komitmen partainya dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memajukan Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Kursus Politik Pembekalan Kader Baru di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Para kader baru PDIP itu di antaranya adalah Purnawirawan TNI/Polri, dan mantan atlet.

"Banyak yang menghakimi PDI Perjuangan hanya bersumber dari informasi katanya atau konon. Maka penting bagi kita menceritakan kepada masyarakat mengenai apa dan siapa PDI Perjuangan, dan mengapa penting mendukung PDI Perjuangan," kata Bane.

Dia menuturkan beberapa poin mengenai PDIP yang penting untuk diketahui publik yang lebih luas. Di antaranya yaitu mengenai PDIP yang sangat disiplin dalam organisasi dan kaderisasi, salah satunya dengan mendirikan Sekolah Partai untuk menggembleng para kadernya menjadi pemimpin yang kompeten dan teguh dalam menjaga nasionalisme serta visi kerakyatan.

Bane juga menyampaikan pentingnya mendulang dukungan dari pemilih muda pada Pemilu 2024. Karena diprediksi suaranya cukup banyak. "Besarnya jumlah pemilih muda ini sangat sayang kalau didiamkan. Maka kenali karakternya dan harus dimenangkan," ujar Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM tersebut.

Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya, soal dukungan pada partai-partai politik menjelang Pemilu 2024. Hasilnya, PDIP keluar menjadi partai yang mendapat dukungan terunggul dalam semua lini.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani menjelaskan PDIP meraih raihan suara responden tertinggi dalam berbagai segi segmen demografi. "Dengan perbandingan responden 50 persen per 50 persen antara pria dan wanita, massa pemilih PDIP nyaris imbang dengan 25 persen pemilih pria dan 23 persen wanita. Sedangkan di posisi kedua ada Gerindra dengan 17 persen untuk pria dan 10 persen untuk wanita. Selanjutnya ketiga, Golkar 8 persen untuk pria dan 9 persen untuk wanita," kata Deni dalam keterangan pers diterima, Minggu (30/10/2022).

Tidak berhenti sampai di situ, lanjut Deni, PDIP juga unggul dalam raihan demografi segmen tempat tingal yakni pemilih tinggal di kota dan di desa. Total perbandingan responden adalah 50.1 persen responden tinggal di desa dan 49.9 persen responden tinggal di kota.

Hasilnya, PDIP meraih 22 persen suara responden yang tinggal di desa dan 26 persen suara responden yang tinggal di kota. Raihan ini disusul oleh Gerindra yakni 13 persen untuk desa dan 14 persen untuk kota. "Jumlah dengan selisih agak berbeda ada di Golkar dan PKB, dengan jumlah pemilih lebih banyak di desa, yakni sama-sama 4 persen untuk pemilih kota dan 13 persen untuk pemilih desa bagi Golkar dan 10% untuk pemilih desa bagi PKB," urai Deni.

Terakhir, kategori usia menjadi segmen terakhir untuk bab Demografi. Deni menyatakan terjadi variasi dukungan yang tidak semua didominasi PDIP. Sebab, untuk responden berusia di bawah 25 tahun atau yang tergolong kelompok milenial.

Mereka cenderung memilih Gerindra dengan total suara responden 18% ketimbang PDIP yang hanya meraih 16% dan Golkar yang meraih suara responden 9% atau pun partai lainnya yang berada di Parlemen dengan nilai yang lebih kecil.

Kendati begitu, PDIP tetap merajai kelompok usia pemilih dari mulai 26 tahun hingga 55 tahun ke atas. Diketahui, pada rentang 26-40 tahun sebanyak 26% suara responden diberikan kepada PDIP. Gerindra dan Golkar masing-masing hanya mendapatkan 13% dan 6%.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww