Sikap Ksatria Iwan Bule Hadapi Tuntutan Yang Belum Penuhi Syarat
![]() |
| Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (foto: pssi.org) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Semua "tembakan" terus ditujukan kepada Mochamad Iriawan. Padahal, di bawah kepemimpinannya sepakbola Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat sejak ditangani pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Pertemuan dengan Exco PSSI, Jumat, 27 Oktober 2022 malam, Iwan Bule secara mengejutkan buka suara dengan menyebut akan menjalankan rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang meminta agar pemerintah tidak mengizinkan kompetisi bergulir andai PSSI tidak melangsungkan Kongres Luar Biasa (KLB). Padahal, TGIPF bukanlah bagian dari PSSI apalagi pemilik suara (voter).
Sikap kaatria yang ditunjukkan Iwan Bule karena dirinya tidak ingin mengorbankan marwah hidup sepakbola dimana saat ini kompetisi terhenti imbas dari Tragedi Kanjuruhan di awal bulan Oktober lalu. Dia tidak mau mengorbankan klub, pemain dan juga pihak-pihak lain yang telah mengalami masa-masa sulit saat dunia dilanda Pandemo Covid-19.
Dalam sebuah pembicaraan terbatas, Iwan Bule jelas menyebut bahwa lebih baik melangsungkan KLB sebagai prioritasnya daripada kompetisi tidak bergulir "Saya lebih baik KLB daripada kompetisi tidak bergulir," ucapnya kemarin.
"Saya tidak mau mengorbankan teman-teman yang hidup dari sepakbola yang tercatat lebih dari 120 ribu orang, seperti karyawan, official, wasit hingga pemain, termasuk keberadaan UMKM yang menunjang bergulirnya sebuah kompetisi," tegasnya.
Sikap lain yang perlu dicatat dari sosok Iwan Bule yang lebih mementingkan persatuan padahal dirinya bisa saja memberikan alasan sesuai statuta FiFA karena persyaratan untuk menggelar KLB belum terpenuhi dimana hanya beberapa voters yang telah melayangkan mosi tidak percaya kepadanya.
"Walau belum memenuhi syarat untuk KLB, saya tidak mau terjadi perpecahan di bawah antara yang pro dan kontra, antara yang mendukung dan tidak mendukung, apalagi menjurus kepada fisik, saya tidak mau itu. Lebih baik dengan saya mengumumkan akan digelarnya KLB, Insha Allah tensi itu akan menurun," tuturnya.
"Atas dasar kecintaan saya kepada sepakbola, saya tidak ingin mempertahankan jabatan dan sekali lagi saya ingin marwah sepakbola Indonesia tetap ada, yaitu kompetisi di berbagai jenjang. Kasihan kalau terhenti terlalu lama berkompetisi, karena akan banyak klub yang gulung tikar dan saya tidak menginginkan adanya perpecahan," tambahnya.
Seperti diketahui, hingga saat ini baru tercatat lima voter yang mengajukan KLB, seperti Persis Solo, Persebaya Surabaya, Madura United, PSM Makassar dan Persikab Kabupaten Bandung dari total 87 pemilik suara dengan rincian 34 Asprov, 18 Liga 1, 16 Liga 2, 16 Liga 3, 1 Futsal dan 2 Asosiasi.
Menurut pasal 34 statuta PSSI, untuk menuju KLB, dibutuhkan setidaknya lima tahap. Pertama, 2/3 dari pemilik suara, harus setuju. Kedua, adanya permintaan dari EXCO. Selain itu, dibutuhkan waktu paling cepat tiga bulan sejak diajukan. Di samping itu, apa-apa yang akan dilakukan dituliskan dalam permintaan.
KLB harus dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan. Jika PSSI tidak juga menggelar KLB, maka anggota yang memintanya dapat mengadakan kongres sendiri. Sebagai upaya terakhir.
Untuk melancarkan semua, anggota bisa meminta bantuan AFC dan FIFA. Anggota PSSI harus diberitahukan mengenai tempat, tanggal serta agenda sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal diadakannya Kongres Luar Biasa.
Melalui pengumuman KLB PSSI tersebut, Iwan Bule memastikan bahwa tidak ada pengkhianatan dari dalam tubuh PSSI. "Tidak ada pengkhianatan dari dalam. keputusan saya ini didukung oleh seluruh EXCO PSSI yang ada," tegasnya.
"Surat secepatnya kita kirim ke FIFA, tinggal menunggu feedback kapan digelarnya KLB berikut tahapan-tahapannya sesuai statuta. Karena, saya tak ingin sepakbola kita jadi korban hingga persepakbolaan Indonesia di banned oleh FIFA," tandasnya.
"Kita berharap ke depan sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi dan lebih maju, karena sepakbola adalah olahraga terpopuler dan dicintai mayoritas rakyat Indonesia. Doakan agar semuanya berjalan lancar dan dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkasnya.
Berikut Daftar 87 Voters PSSI
Asosiasi Provinsi (Asprov)
1. Asprov PSSI Aceh
2. Asprov PSSI Sumatera Utara
3. Asprov PSSI Riau
4. Asprov PSSI Kepulauan Riau
5. Asprov PSSI Sumatera Barat
6. Asprov PSSI Jambi
7. Asprov PSSI Bengkulu
8. Asprov PSSI Bangka Belitung
9. Asprov PSSI Sumatera Selatan
10. Asprov PSSI Lampung
11. Asprov PSSI Banten
12. Asprov PSSI DKI Jakarta
13. Asprov PSSI Jawa Barat
14. Asprov PSSI Jawa Tengah
15. Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta
16. Asprov PSSI Jawa Timur
17. Asprov PSSI Bali
18. Asprov PSSI Nusa Tenggara Barat
19. Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur
20. Asprov PSSI Kalimantan Barat
21. Asprov PSSI Kalimantan Tengah
22. Asprov PSSI Kalimantan Selatan
23. Asprov PSSI Kalimantan Timur
24. Asprov PSSI Kalimantan Utara
25. Asprov PSSI Sulawesi Utara
26. Asprov PSSI Gorontalo
27. Asprov PSSI Sulawesi Tengah
28. Asprov PSSI Sulawesi Barat
29. Asprov PSSI Sulawesi Tenggara
30. Asprov PSSI Sulawesi Selatan
31. Asprov PSSI Maluku
32. Asprov PSSI Malulu Utara
33. Asprov PSSI Papua
34. Asprov PSSI Papua Barat
Klub Liga 1
35. Bali United
36. Persib Bandung
37. Bhayangkara FC
38. Arema FC
39. Persebaya Surabaya
40. Borneo FC
41. PSIS Semarang
42. Persija Jakarta
43. Madura United
44. Persikabo 1973
45. Persik Kediri
46. Persita Tangerang
47. PSS Sleman
48. PSM Makassar
49. Barito Putera
50. Persipura Jayapura*
51. Persela Lamongan*
52. Persiraja Banda Aceh*
*Degradasi ke Liga 2 musim 2022/2023
Klub Liga 2 dan Liga 3
53. Persis Solo*
54. RANS Nusantara FC*
55. Martapura Dewa United*
56. PSIM Yogyakarta
57. Sriwijaya FC
58. PSMS Medan
59. PSPS Riau
60. Semen Padang
61. Persekat Tegal
62. Perserang Serang
63. PSCS Cilacap
64. Persijap Jepara
65. Sulut United
66. Persiba Balikapapan
67. Persewar Waropen
68. Kalteng Putra FC
69. Karo United
70. Putra Jombang
71. Mataram Utama FC
72. PSDS Deli Serdang
73. Persikota Kota Tangerang
74. Persikab Kabupaten Bandung
75. PSGC Ciamis
76. Persipa Pati
77. PS Palembang
78. Gresik United FC
79. Persidago Gorontalo. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













