Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
8 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sikap Ksatria Iwan Bule Hadapi Tuntutan Yang Belum Penuhi Syarat

Sikap Ksatria Iwan Bule Hadapi Tuntutan Yang Belum Penuhi Syarat
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (foto: pssi.org)
Senin, 31 Oktober 2022 01:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Semua "tembakan" terus ditujukan kepada Mochamad Iriawan. Padahal, di bawah kepemimpinannya sepakbola Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat sejak ditangani pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. 

Pertemuan dengan Exco PSSI, Jumat, 27 Oktober 2022 malam, Iwan Bule secara mengejutkan buka suara dengan menyebut akan menjalankan rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang meminta agar pemerintah tidak mengizinkan kompetisi bergulir andai PSSI tidak melangsungkan Kongres Luar Biasa (KLB). Padahal, TGIPF bukanlah bagian dari PSSI apalagi pemilik suara (voter). 

Sikap kaatria yang ditunjukkan Iwan Bule karena dirinya tidak ingin mengorbankan marwah hidup sepakbola dimana saat ini kompetisi terhenti imbas dari Tragedi Kanjuruhan di awal bulan Oktober lalu. Dia tidak mau mengorbankan klub, pemain dan juga pihak-pihak lain yang telah mengalami masa-masa sulit saat dunia dilanda Pandemo Covid-19. 

Dalam sebuah pembicaraan terbatas, Iwan Bule jelas menyebut bahwa lebih baik melangsungkan KLB sebagai prioritasnya daripada kompetisi tidak bergulir "Saya lebih baik KLB daripada kompetisi tidak bergulir," ucapnya kemarin.

"Saya tidak mau mengorbankan teman-teman yang hidup dari sepakbola yang tercatat lebih dari 120 ribu orang, seperti karyawan, official, wasit hingga pemain, termasuk keberadaan UMKM yang menunjang bergulirnya sebuah kompetisi," tegasnya.

Sikap lain yang perlu dicatat dari sosok Iwan Bule yang lebih mementingkan persatuan padahal dirinya bisa saja memberikan alasan sesuai statuta FiFA karena persyaratan untuk menggelar KLB belum terpenuhi dimana hanya beberapa voters yang telah melayangkan mosi tidak percaya kepadanya.

"Walau belum memenuhi syarat untuk KLB, saya tidak mau terjadi perpecahan di bawah antara yang pro dan kontra, antara yang mendukung dan tidak mendukung, apalagi menjurus kepada fisik, saya tidak mau itu. Lebih baik dengan saya mengumumkan akan digelarnya KLB, Insha Allah tensi itu akan menurun," tuturnya.

"Atas dasar kecintaan saya kepada sepakbola, saya tidak ingin mempertahankan jabatan dan sekali lagi saya ingin marwah sepakbola Indonesia tetap ada, yaitu kompetisi di berbagai jenjang. Kasihan kalau terhenti terlalu lama berkompetisi, karena akan banyak klub yang gulung tikar dan saya tidak menginginkan adanya perpecahan," tambahnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini baru tercatat lima voter yang mengajukan KLB, seperti Persis Solo, Persebaya Surabaya, Madura United, PSM Makassar dan Persikab Kabupaten Bandung dari total 87 pemilik suara dengan rincian 34 Asprov, 18 Liga 1, 16 Liga 2, 16 Liga 3, 1 Futsal dan 2 Asosiasi.

Menurut pasal 34 statuta PSSI, untuk menuju KLB, dibutuhkan setidaknya lima tahap. Pertama, 2/3 dari pemilik suara, harus setuju. Kedua, adanya permintaan dari EXCO. Selain itu, dibutuhkan waktu paling cepat tiga bulan sejak diajukan. Di samping itu, apa-apa yang akan dilakukan dituliskan dalam permintaan.

KLB harus dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan. Jika PSSI tidak juga menggelar KLB, maka anggota yang memintanya dapat mengadakan kongres sendiri. Sebagai upaya terakhir.

Untuk melancarkan semua, anggota bisa meminta bantuan AFC dan FIFA. Anggota PSSI harus diberitahukan mengenai tempat, tanggal serta agenda sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal diadakannya Kongres Luar Biasa.

Melalui pengumuman KLB PSSI tersebut, Iwan Bule memastikan bahwa tidak ada pengkhianatan dari dalam tubuh PSSI. "Tidak ada pengkhianatan dari dalam. keputusan saya ini didukung oleh seluruh EXCO PSSI yang ada," tegasnya.

"Surat secepatnya kita kirim ke FIFA, tinggal menunggu feedback kapan digelarnya KLB berikut tahapan-tahapannya sesuai statuta. Karena, saya tak ingin sepakbola kita jadi korban hingga persepakbolaan Indonesia di banned oleh FIFA," tandasnya. 

"Kita berharap ke depan sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi dan lebih maju, karena sepakbola adalah olahraga terpopuler dan dicintai mayoritas rakyat Indonesia. Doakan agar semuanya berjalan lancar dan dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkasnya. 

Berikut Daftar 87 Voters PSSI


Asosiasi Provinsi (Asprov)


1. Asprov PSSI Aceh

2. Asprov PSSI Sumatera Utara

3. Asprov PSSI Riau

4. Asprov PSSI Kepulauan Riau

5. Asprov PSSI Sumatera Barat

6. Asprov PSSI Jambi

7. Asprov PSSI Bengkulu

8. Asprov PSSI Bangka Belitung

9. Asprov PSSI Sumatera Selatan

10. Asprov PSSI Lampung

11. Asprov PSSI Banten

12. Asprov PSSI DKI Jakarta

13. Asprov PSSI Jawa Barat

14. Asprov PSSI Jawa Tengah

15. Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta

16. Asprov PSSI Jawa Timur

17. Asprov PSSI Bali

18. Asprov PSSI Nusa Tenggara Barat

19. Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur

20. Asprov PSSI Kalimantan Barat

21. Asprov PSSI Kalimantan Tengah

22. Asprov PSSI Kalimantan Selatan

23. Asprov PSSI Kalimantan Timur

24. Asprov PSSI Kalimantan Utara

25. Asprov PSSI Sulawesi Utara

26. Asprov PSSI Gorontalo

27. Asprov PSSI Sulawesi Tengah

28. Asprov PSSI Sulawesi Barat

29. Asprov PSSI Sulawesi Tenggara

30. Asprov PSSI Sulawesi Selatan

31. Asprov PSSI Maluku

32. Asprov PSSI Malulu Utara

33. Asprov PSSI Papua

34. Asprov PSSI Papua Barat


Klub Liga 1

35. Bali United

36. Persib Bandung

37. Bhayangkara FC

38. Arema FC

39. Persebaya Surabaya

40. Borneo FC

41. PSIS Semarang

42. Persija Jakarta

43. Madura United

44. Persikabo 1973

45. Persik Kediri

46. Persita Tangerang

47. PSS Sleman

48. PSM Makassar

49. Barito Putera

50. Persipura Jayapura*

51. Persela Lamongan*

52. Persiraja Banda Aceh*


*Degradasi ke Liga 2 musim 2022/2023


Klub Liga 2 dan Liga 3

53. Persis Solo*

54. RANS Nusantara FC*

55. Martapura Dewa United*

56. PSIM Yogyakarta

57. Sriwijaya FC

58. PSMS Medan

59. PSPS Riau

60. Semen Padang

61. Persekat Tegal

62. Perserang Serang

63. PSCS Cilacap

64. Persijap Jepara

65. Sulut United

66. Persiba Balikapapan

67. Persewar Waropen

68. Kalteng Putra FC

69. Karo United

70. Putra Jombang

71. Mataram Utama FC

72. PSDS Deli Serdang

73. Persikota Kota Tangerang

74. Persikab Kabupaten Bandung

75. PSGC Ciamis

76. Persipa Pati

77. PS Palembang

78. Gresik United FC

79. Persidago Gorontalo. ***

wwwwww