Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Olympic

Kisah Pilu Bocah 8 Tahun Ditelantarkan Ayah dalam Mobil Sendirian di Pekalongan

Kisah Pilu Bocah 8 Tahun Ditelantarkan Ayah dalam Mobil Sendirian di Pekalongan
Bocah 8 Tahun yang ditelantarkan di Mobil sendirian di Pekalongan, bertemu dengan sang Ibu. (Foto : Edi M /sigijateng.id)
Rabu, 02 November 2022 16:56 WIB

PEKALONGAN - Bocah perempuan berinisial S(8) ditemukan sendirian di dalam mobil di kawasan Pekalongan, Jawa Tengah. Bocah ini ternyata ditelantarkan ayahnya yang terciduk membawa kabur mobil orang.

"Awalnya ia itu ditinggal bapaknya sekitar seminggu yang lalu, itu di daerah Kedungwuni (Kabupaten Pekalongan)," kata Kepala Dinas Sosial Pekalongan, Yudi Himawan, kepada detikJateng, Selasa (1/11/2022).

Yudi menerangkan kala itu S ditemukan seorang diri di dalam mobil yang dilarikan ayahnya dari warga Sukoharjo tiga pekan lalu. Nahas, saudara pemilik mobil mengetahui kendaraan itu terlihat di area Pekalongan dan berusaha mengejar pelaku.

"Kemudian satu minggu yang lalu, mobil ditemukan di Pekalongan yang dibawa ayahnya, karena ada saksi yang melihat itu adalah mobil (saudaranya) akhirnya dikejar. Ayahnya melarikan diri, meninggalkan S sendirian di mobil," terangnya.

Saat itu, S diamankan personel Polsek Kedungwuni. Pihak polisi kemudian berkoordinasi dengan Dinsos Pekalongan dan akhirnya menitipkan S ke Panti Asuhan Darul Hadlonah, Wonopringgo, Pekalongan.

Pengasuh panti asuhan menuturkan S merupakan anak yang ceria. Meski sempat ditelantarkan ayahnya, S tak bersedih. "Awalnya saya diberi tahu oleh Dinas Sosial bahwa ada anak terlantar. Ditinggalkan bapaknya begitu saja. Terus dititipkan di sini," ujar Sekretaris Panti Asuhan Darul Hadlonah Wonopringgo, Istianah.

"Anaknya ceria. Dia malah banyak cerita," sambungnya.

Istianah menuturkan selama pergi bersama ayahnya itu, S ternyata tinggal dari masjid ke masjid. Perjalanan mereka dimulai dari Brebes hingga akhirnya berhenti di Pekalongan. "Dia cerita bahwa sama bapaknya sering jalan-jalan udah ke mana saja. Kami sempat nanya, kalau nyuci baju di mana?" katanya.

"Katanya kalau nyuci baju di masjid. Terus jemurnya juga di sekitar masjid. Sepertinya tiap hari dari masjid ke masjid, itu sebelum masuk ke Pekalongan," sambungnya.

Untuk diketahui, dalam sepekan ini S tinggal di panti asuhan. Dia ternyata sempat kabur pada Senin (31/10) kemarin karena nekat mencari ayahnya. Bocah 8 tahun itu kabur saat penjaga panti sedang lengah. S dikabarkan sempat berkeliling ke masjid-masjid di sekitar Wonopringgo-Kajen, yang berjarak sekitar 8 kilometer.

"Pak Bon bersih-bersih, dia kabur. Tidak ada yang melihat. Terus kita mencari baik di dalam maupun di luar. Terus ketemu lah di Kajen," terang Istianah.

Dia mengaku berjalan kaki dan baru ditemukan di Kantor Kejari Kajen yang berjarak sekitar 8 kilometer dari panti asuhan. Dia ditemukan pukul 21.00 WIB tadi malam. "Mungkin mencari bapaknya ya. Yang dia tahu bapaknya kerap di masjid, makanya dia cari masjid mencari bapaknya, hingga ditemukan pada Senin malam di Kajen," terang dia.

Senyum semringah kembali tersungging di wajah S karena bisa bertemu ibunya AA (34). Pertemuan kedua ibu dan anak ini berlangsung penuh haru dan dengan dekapan peluk erat. AA mengaku sudah tidak bertemu putri semata wayangnya itu sejak Maret 2022 lalu. Kala itu, dia dan suaminya yang bernama David cekcok. David lalu kabur dengan membawa S. "Benar-benar kangen, sudah lama tidak ketemu, terus dapat kabar di sini," kata AA sesenggukan menangis.

Dia mengaku terharu akhirnya bisa bertemu dengan S. "Ya awalnya berantem (sama ayah S), bawa kabur anak tidak boleh ketemu, baru sekarang bertemu," ujar dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Jawa Tengah
wwwwww